Bogor – Pemerintah pusat akan mulai proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 34 Kota/Kabupaten pada periode Januari hingga Maret 2026. Program Waste to Energy tersebut merupakan salahsatu dari 18 proyek hilirisasi strategis.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi disela-sela retreat kabinet Merah Putih di Hambalang Bogor, Jawa Barat.
“Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” Ungkap Prasetyo kepada awak media, Selasa (06/01/2026).
Prasetyo menambahkan bahwa proyek Waste to Energy tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan, proyek yang akan dipimpin oleh Danantara tersebut diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp 600 triliun.
Pemprov Banten Pastikan PSEL Berjalan
Gubernur Banten Andra Soni memastikan Waste To Energy Aglomerasi PSEL Tangerang Raya di TPA Jatiwaringin sudah menunjukkan progres kesiapan lokasi lahan.
“Perpres 109 Tahun 2025 menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai Aglomerasi PSEL Wilayah Tangerang Raya, untuk itu kami akan terus melakukan pendampingan untuk memastikan kesiapan TPA Jatiwaringin sebagai Lokasi Aglomerasi PSEL Tangerang Raya,” Ungkap Andra.
Untuk memastikan kesiapan PSEL tersebut, Gubernur Andra juga telah menggelar rapat koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor Kerja Gubernur Banten, BLKI Provinsi Banten, Jl. Kencana I No. 20, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Rabu (5/11/2025).
“Memastikan PSEL Aglomerasi TPA Jatiwaringin berjalan adalah merupakan upaya kolektif dan kerja bersama, karena Waste to Energy bukan sekadar keinginan tapi kebutuhan,” Terangnya.
TPA Jatiwaringin jadi Lokasi Aglomerasi PSEL Tangerang Raya
Untuk diketahui bahwa salah satu Kota/Kabupaten yang ditunjuk sebagai titik proyek PSEL tersebut adalah TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang, yang menjadi lokasi Aglomerasi PSEL diwilayah Tangerang Raya Provinsi Banten.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memastikan tahapan awal berupa pematangan dan pemadatan lahan untuk fasilitas PSEL telah menunjukkan hasil signifikan.
“Alhamdulillah, progres secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 95 persen. Kami melihat langsung pematangan lahan yang nantinya akan menjadi lokasi pusat pengolahan sampah menjadi tenaga listrik,” terangnya
Setelah pemadatan lahan tuntas 100 persen, Pemkab Tangerang akan segera melapor ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memulai tahap pembangunan konstruksi fisik PSEL.
“Harapan kami, kehadiran PSEL ini menjadi solusi jangka panjang. Sampah tidak lagi hanya ditumpuk, tapi diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat dan ramah bagi lingkungan,” tutupnya. [red]













