Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Nasional · 5 Jan 2026 ·

Soroti Venezuela, Kawendra: Diplomasi Keseimbangan Presiden Prabowo Tepat Hadapi Geopolitik Global


 Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. Foto: ist Perbesar

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. Foto: ist

Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menilai perkembangan konflik global terbaru, khususnya krisis di Venezuela, menjadi contoh penting mengapa Indonesia perlu menegaskan sikap politik luar negeri yang menjaga kedaulatan tanpa terlibat dalam rivalitas kekuatan besar dunia.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Kawendra menyebut kejadian di Venezuela dapat menjadi pelajaran berharga bagi arah geopolitik Indonesia ke depan.

“Apa yang terjadi kemarin terhadap Venezuela bisa menjadi pengingat bahwa konfrontasi frontal terhadap hegemoni besar dapat berujung pada intervensi yang merugikan bangsa,” ujar Kawendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/26).

Isu tersebut mengacu pada operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1/26). Langkah itu memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional karena dinilai melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.

Menurut Kawendra, pola diplomasi yang dipilih Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru dirancang untuk menghindari jebakan konflik semacam itu.

“Justru dengan pola keseimbangan yang dipilih Presiden Prabowo, Indonesia mampu menghindari jebakan konflik, menjaga martabat, dan meneguhkan diri sebagai poros tengah yang dihormati dunia,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran Kementerian Luar Negeri RI yang dinilai cepat, terukur, dan berorientasi pada prinsip diplomasi damai. Pemerintah menegaskan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela serta menyampaikan keprihatinan atas penggunaan kekuatan yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

“Diplomasi yang dijalankan Kemenlu ini jadi pendekatan yang matang, strategis, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Kawendra.

Lebih lanjut, Kawendra juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan percaya pada jalur diplomasi negara.

“Kepada seluruh WNI di Venezuela, saya mengajak untuk tetap percaya pada jalur diplomasi Indonesia. Negara hadir menjaga kedaulatan, melindungi kepentingan nasional, dan memastikan Indonesia tidak terseret dalam konflik global yang merugikan rakyat,” pungkas Kawendra.[red]

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Pengadaan Iklan BJB, KPK Tahan 4 Tersangka

11 Agustus 2026 - 07:58

Hasil Survei IPO: Elektabilitas Partai Gerindra Tertinggi Capai 17,5 Persen

9 Agustus 2026 - 15:41

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Berpotensi Bebas, Jika Menangkan Praperadilan

9 Agustus 2026 - 09:01

Survei LKPI: 79,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

4 Agustus 2026 - 08:07

Pengurus Baru Gekrafs Sulteng Dilantik, Dan Resmi Berdiri di-seluruh Kabupaten Kota

28 Juli 2026 - 22:44

Konferensi Sungai Indonesia 2026 Satukan Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia

25 Juli 2026 - 12:46

Trending di Nasional