Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Nasional · 5 Jan 2026 ·

Soroti Venezuela, Kawendra: Diplomasi Keseimbangan Presiden Prabowo Tepat Hadapi Geopolitik Global


 Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. Foto: ist Perbesar

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. Foto: ist

Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menilai perkembangan konflik global terbaru, khususnya krisis di Venezuela, menjadi contoh penting mengapa Indonesia perlu menegaskan sikap politik luar negeri yang menjaga kedaulatan tanpa terlibat dalam rivalitas kekuatan besar dunia.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Kawendra menyebut kejadian di Venezuela dapat menjadi pelajaran berharga bagi arah geopolitik Indonesia ke depan.

“Apa yang terjadi kemarin terhadap Venezuela bisa menjadi pengingat bahwa konfrontasi frontal terhadap hegemoni besar dapat berujung pada intervensi yang merugikan bangsa,” ujar Kawendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/26).

Isu tersebut mengacu pada operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1/26). Langkah itu memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional karena dinilai melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.

Menurut Kawendra, pola diplomasi yang dipilih Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru dirancang untuk menghindari jebakan konflik semacam itu.

“Justru dengan pola keseimbangan yang dipilih Presiden Prabowo, Indonesia mampu menghindari jebakan konflik, menjaga martabat, dan meneguhkan diri sebagai poros tengah yang dihormati dunia,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran Kementerian Luar Negeri RI yang dinilai cepat, terukur, dan berorientasi pada prinsip diplomasi damai. Pemerintah menegaskan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela serta menyampaikan keprihatinan atas penggunaan kekuatan yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

“Diplomasi yang dijalankan Kemenlu ini jadi pendekatan yang matang, strategis, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Kawendra.

Lebih lanjut, Kawendra juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan percaya pada jalur diplomasi negara.

“Kepada seluruh WNI di Venezuela, saya mengajak untuk tetap percaya pada jalur diplomasi Indonesia. Negara hadir menjaga kedaulatan, melindungi kepentingan nasional, dan memastikan Indonesia tidak terseret dalam konflik global yang merugikan rakyat,” pungkas Kawendra.[red]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

GEKRAFS Luncurkan Logo HUT ke-7 Bertajuk “Tujuh Tahun Tumbuh: Aksi Kreasi Peduli Negeri

18 Januari 2026 - 15:01

Tiket Pesawat Jakarta–Jember Lebih Murah, Kawendra Berhasil Tunaikan Janji di Awal Tahun 2026

15 Januari 2026 - 19:43

Tidak Buat Perayaan, HUT Gekrafs ke-7 Dilaksanakan Dengan Doa Bersama di HUNTARA Sumatera Barat

15 Januari 2026 - 17:13

Serahkan Anggaran Operasional Haji 2026, Menhaj Tekankan Tata Kelola Bersih dan Berorientasi Pada Jemaah

14 Januari 2026 - 22:22

Kawendra: InsyaAllah Roda Pemerintahan di Daerah Bencana Sumatera Kembali Normal Sebelum Puasa

11 Januari 2026 - 13:32

Kawendra Gerindra Jembatani Pertemuan Pertamina dan Wijaya 80 Terkait Polemik Penggunaan Lagu

9 Januari 2026 - 19:04

Trending di Nasional