Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 28 Apr 2026 ·

Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta, Kawendra Lukistian Minta Izin Taksi Green SM asal Vietnam Dicabut!


 Anggota Komisi VI F-Gerindra DPR RI, Kawendra Lukistian. Saat meninjau Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Kereta Bekasi Timur. Foto: ist Perbesar

Anggota Komisi VI F-Gerindra DPR RI, Kawendra Lukistian. Saat meninjau Evakuasi Kecelakaan Kereta di Stasiun Kereta Bekasi Timur. Foto: ist

Bekasi — Tragedi kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VI F-Gerindra DPR RI, Kawendra Lukistian.

Dalam pernyataannya, Kawendra menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut.

“Tragedi kecelakaan Kereta yang merenggut 15 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya benar-benar memilukan hati kita. InsyaAllah, para korban husnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” ujar Kawendra, Selasa (28/4).

Ia juga menyinggung perjalanan panjang transformasi layanan kereta di Jabodetabek yang menurutnya tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

“Sebagai pengguna setia Kereta Jabodetabek di era 2006–2010, saya menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan layanan nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kawendra secara tegas menyoroti peran taksi Green SM dalam kejadian tersebut. Ia menyebut kendaraan tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun.

“Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” terang Kawendra.

Atas dasar itu, ia meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.

“Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut!” tukasnya.

Kecelakaan ini diduga bermula dari sebuah taksi yang berada di perlintasan rel, yang kemudian memicu gangguan perjalanan KRL hingga berujung pada tabrakan beruntun dengan kereta lain. Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah kejadian terulang di masa mendatang.[red]

Artikel ini telah dibaca 140 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit

28 September 2026 - 20:39

Sufmi Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober

27 September 2026 - 14:21

Bos Judi Online Ditangkap di Thailand, Ini 3 Situs Judinya

25 September 2026 - 22:38

Annisa Mahesa Bingkai Inklusi Keuangan dengan Nilai Empat Pilar Kebangsaan

25 September 2026 - 13:23

Dikawal Dasco Hingga Tuntas, Tok! RUU Reforma Agraria Resmi Disahkan Menjadi Undang-undang

22 September 2026 - 22:45

Dipimpin Dasco, Rapat DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria

21 September 2026 - 22:01

Trending di Nasional