Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei yang telah dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Total sebanyak 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengungkapkan bahwa dalam surveinya mencatat bahwa jika pemilihan legislatif (pileg) digelar saat ini, elektabilitas Partai Gerindra tertinggi sebesar 17,5 persen.
“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” Ungkapnya, Minggu, (9/8/2026).
Menurut Dedi, elektabilitas partai Gerindra yang unggul dibandingkan dengan partai lainya, masih dipengaruhi oleh sosok Presiden Prabowo Subianto.
“Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDI-P. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak,” sambungnya.
Berikut detail hasil Survei IPO ;
- Partai Gerindra: 17,5 %
- PDI Perjuangan: 12,8 %
- Golkar : 10,4 %
- Demokrat : 8,1 %
- PKB : 7,0 %
- PAN : 5,1 %
- PKS: 4,6 %
- Nasdem : 4,4 %
- PSI : 1,9 %
- PPP : 1,6 %
- Perindo : 0,9 %
- Gerakan Rakyat: 0,5 %
- Gelora : 0,4 %
- Hanura : 0,2 %
Menurut Dedi, sekitar 24,6 persen responden masih menyatakan belum menentukan pilihan atau merahasiakan pilihannya. [Red]










