Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Nasional · 19 Agu 2025 ·

Bongkar Fakta! Habib Idrus Beberkan Ancaman Stunting & Solusi Makan Bergizi Gratis untuk Generasi Emas 2045.


 Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Idrus Salim Aljufrie saat Menjadi Narasumber Forum Diskusi Publik bertema “Makanan Bergizi Gratis” yang diselenggarakan oleh Komidigi bekerja sama dengan DPR RI. Foto: ist Perbesar

Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Idrus Salim Aljufrie saat Menjadi Narasumber Forum Diskusi Publik bertema “Makanan Bergizi Gratis” yang diselenggarakan oleh Komidigi bekerja sama dengan DPR RI. Foto: ist

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PKS periode 2024–2029 sekaligus anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A., mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting berdasarkan data BPS tahun 2022.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar isu kesehatan, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Karena itu, ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan hak dasar yang wajib dijamin negara.

Hal tersebut disampaikan Habib Idrus dalam Forum Diskusi Publik bertema “Makanan Bergizi Gratis” yang diselenggarakan oleh Komidigi bekerja sama dengan DPR RI. Acara ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting, diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai kalangan, dan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

“Bangsa yang besar dimulai dari anak-anak yang sehat dan cerdas. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah instrumen strategis menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Habib Idrus.

Ia menekankan bahwa MBG tidak boleh dipandang hanya sebagai proyek sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Program ini harus menjamin gizi harian siswa, menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, serta meringankan beban ekonomi keluarga.

Diskusi ini turut menghadirkan Gun Gun Siswadi, M.Si., seorang pegiat literasi digital, yang menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pelaksanaan MBG.

“teknologi dapat memperkuat transparansi, efisiensi rantai pasok, serta memungkinkan pengawasan publik secara real-time. Dengan digitalisasi, distribusi makanan bergizi dapat dipantau langsung oleh masyarakat sehingga program benar-benar tepat sasaran,” Paparnya.

Sementara itu, Dr. Unggul Wibawa dari Dewan Pengacara Nasional menegaskan bahwa MBG tidak hanya menyentuh persoalan gizi anak, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM dan petani sebagai penyedia pangan bergizi.

” tanpa payung hukum yang kokoh, program ini berisiko terhenti ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Oleh karena itu, regulasi yang jelas dan berkelanjutan sangat penting agar MBG menjadi amanat nasional lintas pemerintahan,” terangnya.

Forum ini menyimpulkan bahwa keberhasilan MBG tidak semata-mata ditentukan oleh pemerintah, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Orang tua, sekolah, dan komunitas diharapkan berperan dalam mengawasi kualitas makanan, sementara publik luas dapat memanfaatkan kanal pengaduan digital untuk melaporkan penyelewengan maupun memberikan masukan.

“Jika kita ingin mencetak Generasi Emas 2045, mari bersama-sama memastikan anak-anak Indonesia mendapat gizi yang layak. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Dengan keterlibatan multipihak—pemerintah, DPR RI, komunitas digital, masyarakat, dan dunia usaha—program MBG diyakini mampu menjadi warisan kebijakan berkelanjutan yang melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.[red]

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Pengadaan Iklan BJB, KPK Tahan 4 Tersangka

11 Agustus 2026 - 07:58

Hasil Survei IPO: Elektabilitas Partai Gerindra Tertinggi Capai 17,5 Persen

9 Agustus 2026 - 15:41

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Berpotensi Bebas, Jika Menangkan Praperadilan

9 Agustus 2026 - 09:01

Survei LKPI: 79,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

4 Agustus 2026 - 08:07

Pengurus Baru Gekrafs Sulteng Dilantik, Dan Resmi Berdiri di-seluruh Kabupaten Kota

28 Juli 2026 - 22:44

Konferensi Sungai Indonesia 2026 Satukan Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia

25 Juli 2026 - 12:46

Trending di Nasional