Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Nasional · 14 Jun 2026 ·

Aktivis dan Jurnalis Lingkungan Dukung Gerakan Penanaman 2 Miliar Pohon 


 Penasehat Jaringan Jurnalis Lingkungan atau Environmental Journalist Network (EJN) sekaligus Ketua Banksasuci Foundation hadir di Forum Invirotech 2026. Foto: Ist Perbesar

Penasehat Jaringan Jurnalis Lingkungan atau Environmental Journalist Network (EJN) sekaligus Ketua Banksasuci Foundation hadir di Forum Invirotech 2026. Foto: Ist

Jakarta, – Krisis air, banjir, longsor, hingga menurunnya kualitas lingkungan tidak dapat dilepaskan dari kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang terus mengalami tekanan.

Menyadari pentingnya menjaga kawasan hulu hingga hilir sungai, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat gerakan nasional penanaman 2 miliar pohon sebagai langkah besar memulihkan DAS, merehabilitasi lahan kritis, sekaligus memperkuat ketahanan air nasional.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari semangat pertobatan ekologis yang terus digaungkan Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, pertobatan ekologis dimaknai sebagai perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam, dari yang sebelumnya eksploitatif menjadi lebih bertanggung jawab, peduli, dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Direktur Pengendalian Pencemaran Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono, mengatakan target rehabilitasi 2 juta hektare lahan melalui penanaman 2 miliar pohon merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan perencanaan matang dan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Target rehabilitasi 2 juta hektare melalui penanaman 2 miliar pohon adalah tugas mulia yang harus kita kerjakan bersama. Kawasan yang memiliki potensi besar untuk penanaman adalah ekosistem mangrove dan daerah aliran sungai, terutama DAS-DAS prioritas di Pulau Jawa. Pohon yang ditanam harus adaptif, bermanfaat bagi masyarakat, dan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujar Tulus.

Menurutnya, rehabilitasi DAS memiliki manfaat strategis dalam menjaga kualitas dan kuantitas sumber daya air. Vegetasi di kawasan hulu mampu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mengurangi erosi dan sedimentasi sungai, menekan risiko banjir dan longsor, serta menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Selain itu, pohon juga berperan sebagai penyerap karbon yang mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai komunitas sungai salah satunya perwakilan Komunitas Banksasuci, Ade Yunus yang mengaku siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi lingkungan untuk mempercepat pemulihan DAS yang menjadi sumber kehidupan jutaan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi DAS juga perlu didukung tata kelola sungai yang semakin baik, termasuk penguatan koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan sungai yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami siap menyukseskan program penanaman 2 miliar pohon. Selama ini Banksasuci juga telah melakukan penanaman untuk menjaga sumber mata air, memperkuat daerah resapan, dan mencegah erosi,” kata Ade Yunus yang juga bertindak sebagai penasehat Jaringan Jurnalis Lingkungan atau Environmental Journalist Network (EJN).

Ade menilai keberhasilan pemulihan DAS tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi pemeliharaan, penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui gerakan penanaman 2 miliar pohon, KLH/BPLH berharap semangat pertobatan ekologis tidak berhenti pada ajakan moral, tetapi terwujud dalam aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Sebab, menanam dan merawat pohon bukan sekadar menambah tutupan hijau, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga sumber air, mengurangi risiko bencana, memperbaiki kualitas lingkungan, dan memastikan keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang. [red]

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jampidsus Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Mineral Bukan Logam

9 Juli 2026 - 07:54

Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026-2028

6 Juli 2026 - 18:21

Mas Kawe Hadiri Segoro Topeng Kaliwungu 2026, Dukung Lumajang Jadi Destinasi Wisata Budaya Nasional

28 Juni 2026 - 19:16

Menteri LH Tegaskan Posisi Indonesia Terkait Standar Kredit Keanekaragaman Hayati Global

26 Juni 2026 - 23:19

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Pembentukan Satgas Mitigasi PHK

26 Juni 2026 - 20:39

KAWI Rayakan HUT Pertama, Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. Hadir sebagai Tamu Kehormatan

25 Juni 2026 - 19:49

Trending di Nasional