Jakarta, – Komunitas Awi Warisan Budaya Indonesia (KAWI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 melalui acara tasyakuran yang diselenggarakan di Lume Coffee, Jakarta Selatan. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan KAWI dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat.
KAWI merupakan komunitas yang didirikan oleh Ibu Hj. Yenny Maryani sebagai wadah kolaborasi yang berkomitmen melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan warisan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan seni, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh Ibu Amelia Salim selaku Ketua KAWI, Ibu Florentina Lis selaku Penasihat KAWI, jajaran pengurus dan anggota KAWI, serta Ibu Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. selaku tamu kehormatan.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penampilan seni angklung dan tari tradisional, sambutan-sambutan, pemutaran video perjalanan satu tahun KAWI, penyerahan plakat penghargaan, doa bersama, pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, ramah tamah, serta hiburan.
Pada kesempatan tersebut, KAWI memberikan plakat penghargaan kepada Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd, selaku tamu kehormatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perjalanan KAWI bukan sekadar perjalanan sebuah organisasi, tetapi juga perjalanan menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Beliau menegaskan, “Angklung bukan hanya alat musik, melainkan simbol harmoni, gotong royong, dan persatuan. Setiap nada yang dihasilkan mengajarkan bahwa keindahan tercipta ketika kita saling melengkapi dan bekerja bersama.”
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang terus diusung KAWI dalam membangun kolaborasi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Memasuki usia yang pertama, KAWI berharap dapat terus berkembang menjadi komunitas yang semakin aktif, inovatif, dan inklusif dalam menghadirkan berbagai program pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.[RIDO]










