Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Nasional · 11 Mei 2026 ·

Viral! AHY Tegur Keras Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Apa Penyebabnya?


 Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan arahan dari Kemenko Infra Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist Perbesar

Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan arahan dari Kemenko Infra Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegur keras Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra, pada Kamis (07/5/2026).

Kejadian bermula saat AHY tengah memaparkan detail teknis yang sangat krusial, namun Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane kedapatan meninggalkan lokasi saat pengarahan sedang berlangsung.

“Heh pak Kepala Balai, di sini dulu! Pak, saya bicara untuk Bapak lho. Mau ke mana?” ujar AHY dengan nada tegas.

Tak cukup sekali, ia bahkan memanggil pejabat tersebut hingga dua kali untuk memastikan yang bersangkutan kembali ke tempat duduk dan menyimak arahan hingga tuntas.

“Anda dengarkan dulu saya di sini. Gimana mau mendengarkan arahan kalau bapak nggak ada, dua kali saya panggil bapak nggak ada gitu lho,” tegur AHY.

Bagi AHY, setiap poin kebijakan yang disampaikan memiliki bobot yang tidak bisa diabaikan.

Dalam paparan tersebut, AHY membedah masalah klasik sungai-sungai di Jakarta. Saat ini, rata-rata lebar sungai hanya berkisar 15–25 meter dengan kapasitas tampung 200 meter kubik per detik. Angka ini dinilai sangat jauh dari ideal.

Untuk menjamin Jakarta bebas dari genangan besar, AHY menegaskan sungai harus dilebarkan menjadi 35–50 meter agar mampu menampung debit air hingga 470 meter kubik per detik.

Tantangan kian berat dengan adanya pendangkalan setinggi 20–50 sentimeter setiap tahunnya, yang menuntut pengerukan rutin tanpa henti.

AHY menekankan bahwa banjir Jakarta adalah “pekerjaan rumah” raksasa yang membutuhkan sinergi dari Bogor (hulu), Depok (tengah), hingga DKI Jakarta (hilir). Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul dan sodetan akan sia-sia tanpa adanya pendekatan sosial.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran air juga sangat menentukan,” tandasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 415 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahas RUU Pemilu, Waka DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Bakal Minta Masukan ke Partai Non Parlemen

24 Juni 2026 - 20:30

Dihadiri Staf Khusus Presiden Kazakhstan, Gekrafs Resmi Lantik Perwakilan dan Buka Peluang Kolaborasi Ekraf di Asia Tengah

24 Juni 2026 - 17:35

Gekrafs Perluas Jejaring Global, Lantik DPLN Azerbaijan dan Kazakstan dalam Creative Economy Diplomatic Mission 2026

20 Juni 2026 - 12:25

Waka DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Pastikan Aspirasi Mahasiswa Segera Peroleh Solusi Nyata

19 Juni 2026 - 23:36

Gubernur Banten Andra Soni Beri Dukungan Semangat ke Timnas Futsal U-17

18 Juni 2026 - 17:46

Anggota DPRD Banten H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Pertemuan Bilateral dengan Presiden Jerman

17 Juni 2026 - 19:59

Trending di Nasional