Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menilai gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi bukti nyata bahwa event berskala besar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya sektor ekonomi kreatif dan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Hal itu ia ungkapkan saat berkunjung ke JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/2/26). Kawendra menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan IIMS 2026 yang dinilai semakin matang dan berdampak luas terhadap perekonomian.
“Kita sedang menyaksikan Indonesia International Motor Show 2026 ini, penyelenggaranya teman-teman yang menggeluti industri MICE di Indonesia,” ujar Kawendra di sela-sela kunjungannya.
Menurutnya, penyelenggaraan event otomotif berskala internasional seperti ini bukan hanya menjadi ajang pamer kendaraan, tetapi juga menjadi motor penggerak berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif.
“Dengan event seperti ini tentu perekonomian akan tumbuh. Kalau dilihat saja di hari terakhir ini, masih ramai pengunjung,” katanya.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat hingga hari terakhir pameran menjadi indikator kuat bahwa industri event memiliki potensi besar dalam mendorong konsumsi domestik dan perputaran uang di dalam negeri.
“Itu artinya masyarakat Indonesia itu senang kalau ada event. Jadi event itu menjadi salah satu pendorong perekonomian, khususnya sektor ekonomi kreatif supaya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
IIMS 2026 sendiri menghadirkan puluhan merek kendaraan roda empat dan roda dua, termasuk kendaraan listrik, serta diramaikan berbagai program hiburan dalam konsep Infinite Autotainment Experience. Ribuan pengunjung memadati area pameran untuk melihat peluncuran produk terbaru, mengikuti test drive, hingga menikmati konser musik yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, BUMN, dan koperasi, Kawendra menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap industri MICE nasional. Ia berharap semakin banyak event internasional yang digelar di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri.
“Event seperti ini harus terus didorong dan diperbanyak. Karena dampaknya bukan hanya untuk industri otomotif, tapi juga untuk pelaku usaha kecil, pekerja kreatif, dan sektor jasa lainnya,” pungkasnya.[Agung]










