Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 10 Apr 2023 ·

Tokoh Pendiri Banten Akan Temui Presiden dan Aktivis Akan Demo di Istana, Tolak Al Muktabar Kandidat Pj. Gubernur Banten


 Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: istimewa Perbesar

Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: istimewa

Banten – Sejumlah Tokoh Pembentukan Provinsi Banten akan kembali konsolidasi dan berupaya berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi tentang Evaluasi kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Banten.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu Tokoh Pembentukan Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, H. Mardini.

“Insya Allah mulai Senin mulai komunikasi lagi dengan para tokoh Provinsi Banten,” ungkap Mardini. Minggu (09/04/2023).

Mardini mengaku kecewa atas aspirasi para tokoh Pembentukan Provinsi Banten yang diabaikan dan tidak digubris sama sekali oleh DPRD Provinsi Banten.

“Saya terus terang sangat kecewa dengan teman-teman DPRD Banten karena tidak menghargai para tokoh pendiri Provinsi Banten,” tambahnya.

Sementara itu Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Aksi simpatik didepan Kantor Kemendagri dan Istana Presiden untuk menolak Al Muktabar sebagai kandidat Penjabat Gubernur Banten.

“Cukup satu tahun kita saksikan drama disharmoni birokrasi yang menyebabkan terhambatnya pembangunan di Provinsi Banten, berikutnya kami tidak tolerir lagi, untuk itu dalam waktu dekat kami akan gelar Aksi Simpatik di Kemendagri dan Istana,” Ungkap aktivis kritis tersebut kepada awak media. Senin (10/04/2023)

Ade sebelumnya juga telah beberapa kali melayangkan surat ke Kemendagri, sebelumnya Ade menyurati mendagri terkait dengan penolakan atas terbitnya Pergub SOTK yang menjadi cikal bakal disharmoni Birokrasi di Banten.

“Sejak awal kami hanya ingin sampaikan aspirasi kepada Kemendagri, namun surat kami sebelumnya tidak digubris, maka turun aksi simpatik kejalan menjadi alternatif terakhir kami dalam menyampaikan aspirasi,” Tegasnya.

Menurut Ade pihaknya masih meyakini Presiden Jokowi akan sangat jeli dalam menilai kondisi birokrasi di Provinsi Banten dan tidak mengorbankan rakyat Banten.

“Pak presiden sudah mempercayakan satu tahun untuk menjaga Kondusifitas wilayah Banten, bukan justru membuat gaduh, untuk itu kami percaya pak presiden akan jeli dan berharap tidak melantik kembali Al Muktabar sebagai Penjabat Gubernur Banten,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tutup Pelatihan, Maryono: Pelayanan Prima Harus Menjadi Budaya Aparatur

4 Juni 2026 - 17:22

Tingkatkan Pelayanan, Perumdam Tirta Benteng Dorong Digitalisasi Pencatatan Meteran Air

4 Juni 2026 - 15:08

Gubernur Andra Soni Pimpin Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027

3 Juni 2026 - 19:24

Pemprov Banten Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

3 Juni 2026 - 18:03

Ratusan Warga Tangerang Diterima Kerja di Jepang, Sachrudin: SDM Kota Tangerang Makin Dilirik Dunia

3 Juni 2026 - 17:24

Gubernur Andra Soni Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan

3 Juni 2026 - 14:46

Trending di Banten