Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 10 Apr 2023 ·

Tokoh Pendiri Banten Akan Temui Presiden dan Aktivis Akan Demo di Istana, Tolak Al Muktabar Kandidat Pj. Gubernur Banten


 Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: istimewa Perbesar

Koordinator Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus saat orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: istimewa

Banten – Sejumlah Tokoh Pembentukan Provinsi Banten akan kembali konsolidasi dan berupaya berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi tentang Evaluasi kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Banten.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu Tokoh Pembentukan Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, H. Mardini.

“Insya Allah mulai Senin mulai komunikasi lagi dengan para tokoh Provinsi Banten,” ungkap Mardini. Minggu (09/04/2023).

Mardini mengaku kecewa atas aspirasi para tokoh Pembentukan Provinsi Banten yang diabaikan dan tidak digubris sama sekali oleh DPRD Provinsi Banten.

“Saya terus terang sangat kecewa dengan teman-teman DPRD Banten karena tidak menghargai para tokoh pendiri Provinsi Banten,” tambahnya.

Sementara itu Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten, Ade Yunus mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar Aksi simpatik didepan Kantor Kemendagri dan Istana Presiden untuk menolak Al Muktabar sebagai kandidat Penjabat Gubernur Banten.

“Cukup satu tahun kita saksikan drama disharmoni birokrasi yang menyebabkan terhambatnya pembangunan di Provinsi Banten, berikutnya kami tidak tolerir lagi, untuk itu dalam waktu dekat kami akan gelar Aksi Simpatik di Kemendagri dan Istana,” Ungkap aktivis kritis tersebut kepada awak media. Senin (10/04/2023)

Ade sebelumnya juga telah beberapa kali melayangkan surat ke Kemendagri, sebelumnya Ade menyurati mendagri terkait dengan penolakan atas terbitnya Pergub SOTK yang menjadi cikal bakal disharmoni Birokrasi di Banten.

“Sejak awal kami hanya ingin sampaikan aspirasi kepada Kemendagri, namun surat kami sebelumnya tidak digubris, maka turun aksi simpatik kejalan menjadi alternatif terakhir kami dalam menyampaikan aspirasi,” Tegasnya.

Menurut Ade pihaknya masih meyakini Presiden Jokowi akan sangat jeli dalam menilai kondisi birokrasi di Provinsi Banten dan tidak mengorbankan rakyat Banten.

“Pak presiden sudah mempercayakan satu tahun untuk menjaga Kondusifitas wilayah Banten, bukan justru membuat gaduh, untuk itu kami percaya pak presiden akan jeli dan berharap tidak melantik kembali Al Muktabar sebagai Penjabat Gubernur Banten,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni Dukung Pelestarian Lingkungan dan Perlindungan Masyarakat Adat Baduy

25 Oktober 2026 - 16:23

Jawara Run 2026, Gubernur Andra Soni Ajak Masyarakat Banten Biasakan Hidup Sehat

25 Oktober 2026 - 14:21

KNPI Colour Night Run 5K, Maryono: Pemuda Harus Kompak dan Berdampak

24 Oktober 2026 - 23:02

Wali Kota Sachrudin Ajak PCNU Sinergi dan Perluas Peran Organisasi 

24 Oktober 2026 - 22:16

Banten Ramah Investasi, Gubernur Andra Soni: Sudah 1,2 Juta Investor Pasar modal di Provinsi Banten

24 Oktober 2026 - 20:01

Turnamen Voli Piala Gubernur Banten, Ajang Olahraga yang Menggerakkan Ekonomi Warga

24 Oktober 2026 - 12:58

Trending di Banten