Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Banten · 2 Jul 2025 ·

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Banten Andra Soni Fokuskan Infrastruktur Pertanian


 Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Diskusi Publik Terfokus Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani untuk Penguatan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Diskusi Publik Terfokus Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani untuk Penguatan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten. Foto: ist

Serang – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan infrastruktur pertanian harus menjadi konsentrasi dalam memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani dipengaruhi oleh ketersedian air dan akses distribusi hasil panen.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Diskusi Publik Terfokus Jaringan Irigasi dan Jalan Usaha Tani untuk Penguatan Ketahanan Pangan di Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH. Syam’un No.5, Kota Serang, Rabu (2/7/2025).

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, ini sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian ke depan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah dan nasional,” ungkap Andra Soni.

Andra Soni menuturkan Provinsi Banten memiliki potensi sumber daya alam dan pertanian yang luar biasa. Namun terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani.

“Salah satunya dipengaruhi oleh ketersedian infrastruktur pertanian yang memadai, seperti jaringan irigasi yang berfungsi baik dan jalan usaha tani yang memudahkan akses distribusi hasil panen serta yang lainnya,” katanya.

Selain ketersedian infrastruktur pertanian, kata Andra Soni, ketersedian air dan keterjangkauan petani terhadap pupuk harus dapat dipastikan. Sebagai salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan.

“Pemprov Banten telah menetapkan penguatan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Ini bisa kita capai dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta petani,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni berharap diskusi publik tersebut dapat menjadi momentum penting dalam menggali persoalan-persoalan nyata di lapangan terkait jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

“Kami berharap hasil dari diskusi ini menjadi bahan masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan program pembangunan infrastruktur pertanian di Provinsi Banten,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Andra Soni menuturkan dalam rangka meningkatkan dan mendukung nilai tukar petani, Pemprov Banten pada tahun ini berencana membangun Jalan Usaha Tani (JUT) untuk membantu petani dalam mendistribusikan hasil taninya.

“Saya sangat berharap dukungan dari semua pihak terkait dengan upaya kita memberikan dan menghadirkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya warga petani untuk bisa mengoptimalkan potensi-potensi yang ada,” tuturnya.

Di sisi lain, Andra Soni mengungkapkan sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Pada triwulan pertama tahun 2025 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten tumbuh mencapai 5,19 persen secara y-on-y.

“Dan salah satu kontributornya, yaitu sektor pertanian,” katanya.

Sementara, anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika mengatakan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi dan jalan usaha tani menjadi salah satu instrumen dalam mendongkrak serta memberikan efek yang menguatkan program ketahanan pangan.

“Jika jaringan irigasi direvitalisasi dengan baik, ini akan mendongkrak partisipasi masyarakat atau petani dalam meningkatkan intensitas tanam. Bahkan dapat mencetak sawah baru,” ujarnya.

“Harus fokus pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid menjelaskan, perencanaan sampai pelaksanaan program Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan salah satu dari delapan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam rangka menciptakan ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, dirinya sangat berhati-hati dalam perencanaan pelaksanaan program JUT ini.

Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan Jalan Usaha Tani (JUT) dapat memberikan dampak positif bagi para petani dalam menekan biaya angkut hasil tani.

“Ini dapat menekan biaya angkut hasil tani. Dan semoga ini bisa membantu masyarakat, khususnya bagi para petani,” jelasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kunci Rombel 36 Siswa Per Kelas, Kepala Dindikbud Banten: Komitmen Menjaga Integritas SPMB Tahun 2026

29 April 2026 - 11:47

Komitmen ‘Membangun dari Desa’, Gubernur Andra Soni Alokasikan Rp167,4 Miliar Bangun 46,71 Kilometer Jalan Poros Desa

29 April 2026 - 08:11

Sekda Deden di RUPS Tahunan: Bank Banten Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

28 April 2026 - 19:18

Gelar RUPST, Dirut Bank Banten: Target Laba Bersih Rp75 Miliyar 

28 April 2026 - 14:39

Wisata ke Baduy Rp1 di Akhir Pekan, Andra Soni: Akses Wisata ke Baduy Makin Mudah

26 April 2026 - 16:49

Gubernur Andra Soni Terima Amanat Pelestarian Alam dari Warga Adat Baduy di Seba 2026

25 April 2026 - 23:38

Trending di Banten