Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Nasional · 14 Jun 2026 ·

Misi Besar 2 Miliar Pohon: Memulihkan DAS, Mengamankan Air, dan Menjaga Iklim


 Direktur Pengendalian Pencemaran Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono. Foto: KLH/BPLH Perbesar

Direktur Pengendalian Pencemaran Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono. Foto: KLH/BPLH

Jakarta – Krisis air, banjir, longsor, hingga menurunnya kualitas lingkungan tidak dapat dilepaskan dari kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang terus mengalami tekanan. Menyadari pentingnya menjaga kawasan hulu hingga hilir sungai, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat gerakan nasional penanaman 2 miliar pohon sebagai langkah besar memulihkan DAS, merehabilitasi lahan kritis, sekaligus memperkuat ketahanan air nasional.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari semangat pertobatan ekologis yang terus digaungkan Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, pertobatan ekologis dimaknai sebagai perubahan cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam, dari yang sebelumnya eksploitatif menjadi lebih bertanggung jawab, peduli, dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Direktur Pengendalian Pencemaran Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono, mengatakan target rehabilitasi 2 juta hektare lahan melalui penanaman 2 miliar pohon merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan perencanaan matang dan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Target rehabilitasi 2 juta hektare melalui penanaman 2 miliar pohon adalah tugas mulia yang harus kita kerjakan bersama. Kawasan yang memiliki potensi besar untuk penanaman adalah ekosistem mangrove dan daerah aliran sungai, terutama DAS-DAS prioritas di Pulau Jawa. Pohon yang ditanam harus adaptif, bermanfaat bagi masyarakat, dan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujar Tulus.

Menurutnya, rehabilitasi DAS memiliki manfaat strategis dalam menjaga kualitas dan kuantitas sumber daya air. Vegetasi di kawasan hulu mampu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mengurangi erosi dan sedimentasi sungai, menekan risiko banjir dan longsor, serta menjaga ketersediaan air saat musim kemarau. Selain itu, pohon juga berperan sebagai penyerap karbon yang mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai komunitas sungai. Perwakilan Komunitas Peduli Sungai Banksasuci Foundation mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan aksi rutin penanaman pohon melalui Gerakan ‘Banten Teduh Tangerang Sejuk’.

Karena itu, komunitas sungai di kawasan Cisadane siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi lingkungan untuk mempercepat pemulihan DAS yang menjadi sumber kehidupan jutaan masyarakat.

“Kami siap mendukung penuh gerakan tanam 2 milyar pohon yang digencarkan Kementerian Lingkungan Hidup, kami fokus di bantaran Sungai Cisadane, Situ dan danau di wilayah Tangerang Raya,” Tegas Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi DAS juga perlu didukung tata kelolasungai yang semakin baik, termasuk penguatan koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan sungai yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat maupun daerah.

Komitmen serupa disampaikan perwakilan Komunitas Bambu dan Lingkungan Penggerak Masyarakat Kasepuhan Cibarani, Muqodas. Ia menyatakan masyarakat adat dan komunitas lingkungan di wilayah DAS Cisadane siap mengambil bagian dalam gerakan nasional tersebut.

“Kami siap menyukseskan program penanaman 2 miliar pohon. Di wilayah Cibarani terdapat sekitar 4.980 hektare lahan yang siap ditanami bambu dan pohon produktif lainnya. Selama ini masyarakat juga telah melakukan penanaman bambu untuk menjaga sumber mata air, memperkuat daerah resapan, dan mencegah erosi,” kata muqodas.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Patroli Air Surabaya, Imam, menilai keberhasilan pemulihan DAS tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh konsistensi pemeliharaan, penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam gerakan pelestarian lingkungan. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang memahami pentingnya menjaga sungai dan sumber daya air, semakin besar peluang Indonesia memiliki lingkungan yang sehat di masa depan.

Selain memperkuat gerakan penanaman pohon, KLH/BPLH juga mendorong lahirnya ruang kolaborasi yang lebih luas melalui gagasan penyelenggaraan Kongres Air Nasional yang akan mempertemukan komunitas sungai, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil untuk menyatukan langkah dalam pengelolaan sumber daya air dan pengendalian pencemaran.

Melalui gerakan penanaman 2 miliar pohon, KLH/BPLH berharap semangat pertobatan ekologis tidak berhenti pada ajakan moral, tetapi terwujud dalam aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sebab, menanam dan merawat pohon bukan sekadar menambah tutupan hijau, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga sumber air, mengurangi risiko bencana, memperbaiki kualitas lingkungan, dan memastikan keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang.[red]

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aktivis dan Jurnalis Lingkungan Dukung Gerakan Penanaman 2 Miliar Pohon 

14 Juni 2026 - 06:12

Hadiri Forum Invirotech 2026 KemenLH, Banksasuci Tegaskan Dukungan Gerakan Tanam 2 Milyar Pohon

13 Juni 2026 - 13:09

GEKRAFS dan KJRI New York Teken MoU, Perkuat Jalan Ekonomi Kreatif Indonesia ke Panggung Global

12 Juni 2026 - 17:35

David Hamka: Jangan Mudah Percaya Isu yang Belum Terbukti, Biarkan Raffi Bekerja 

10 Juni 2026 - 15:57

Vasko Ruseimy Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI

10 Juni 2026 - 10:45

Usai Dicopot Presiden, Eks Kepala BGN Diciduk Kejaksaan Agung

3 Juni 2026 - 12:35

Trending di Nasional