Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 3 Nov 2026 ·

Mendes Yandri Susanto Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir


 Menteri Desa Yandri Susanto Saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pusat dan Daerah Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten. Foto: Ist Perbesar

Menteri Desa Yandri Susanto Saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pusat dan Daerah Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten. Foto: Ist

SERANG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berkomitmen menurunkan angka stunting dengan menyelesaikan akar masalah dari hulu sampai ke hilir.

Kebijakan tidak seharusnya dirancang secara parsial melainkan harus komperhensif yakni dengan mempertimbangkan berbagai aspek, penyebab, dan pihak yang terlibat dalam permasalahan stunting di antaranya sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

“Kami di Kemendes melihat stunting bukan sekadar kurang gizi tapi ada di balik itu yang perlu kami tuntaskan. Untuk penurunan stunting harus dimulai dari hulunya di antaranya sektor kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan,” tegasnya saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Pusat dan Daerah Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten pada Selasa (3/11/2026)

“Kalau ada aktivitas ekonomi di desa, kemudian orang bisa bekerja, kemudian bisa mendatangkan pendapatan maka kemiskinan bisa ditekan, kalau kemiskinan bisa ditekan insyaallah stunting bisa kita tekan,” tambah Mendes Yandri.

Penurunan angka stunting menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sehingga potensi alam tidak akan terabaikan. Oleh karena itu, Kemendes PDT terus menjalankan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan menggandeng berbagai mitra.

“Harusnya anak-anak dilindungi, kita perlu super team. Jadi untuk penurunan stunting ini ya ada Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sejatinya kepentingan kita semua. Kita harus terlibat, keterlibatan itu harus pakai hati,” kata Mendes Yandri.

Hal ini sejalan dengan paparan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah yang meletakkan posisi anak-anak sebagai generasi penting untuk mencapai Indonesia yang lebih baik disertai dengan kemajuan teknologi dan pemanfaatan potensi alam secara maksimal.

Pasalnya pemuda saat ini adalah kelompok yang akan menjadi pemimpin dan penentu bagaimana Indonesia pada usia ke-100 nanti sehingga wajib benar-benar diperhatikan.

“Karena anak-anak kita investasi yang sangat besar. Kalau kita tidak menjadikan anak-anak lebih hebat dari kita maka kita adalah orang-orang yang merugi, kita adalah orang bodoh,” tutur Wagub.

Adanya kolaborasi dalam penurunan angka stunting salah satunya di Provinsi Banten ini akan dilanjutkan ke berbagai daerah sehingga target angka 17,5 persen pada 2026 akan terwujud.

Selanjutnya 16,3 persen pada 2027, turun ke 15,2 persen pada 2028, dan 14,2 persen pada 2029 menuju target jangka panjang 5 persen pada tahun 2045 merealisasikan Indonesia emas.[red]

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Istana Tegaskan Bahwa Penyadapan Terhadap Presiden Mengarah pada Perbuatan Makar

4 November 2026 - 22:54

Yusril Tegaskan Siapapun yang Terlibat dalam Kasus Penyadapan Presiden Akan Diperiksa, Termasuk Mantan Presiden

4 November 2026 - 20:21

Diduga Sadap Presiden, Mantan Kapolri Jenderal Polisi LSP Ditahan dan Ditetapkan Sebagai Tersangka

3 November 2026 - 20:15

Manfaatkan Teknologi, Mendes Dorong Limbah Produk Unggulan Jadi Energi Alternatif bagi Desa

1 November 2026 - 18:22

GEKRAFS Lantik DPLN Tiongkok, Siapkan Ekspansi di Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai

1 November 2026 - 07:41

Beri Penghargaan Kepada Desa Berkinerja Baik, Mendes Yandri Sebut Pencegahan Stunting Jadi Kata Kunci Kemajuan Bangsa

1 November 2026 - 05:25

Trending di Nasional