Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Ekonomi · 1 Nov 2026 ·

GEKRAFS Lantik DPLN Tiongkok, Siapkan Ekspansi di Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai


 Pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS di Tiongkok. Foto: Ist Perbesar

Pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS di Tiongkok. Foto: Ist

Tiongkok – Peluang industri kreatif Indonesia untuk menembus pasar internasional semakin terbuka. Melihat besarnya potensi ekonomi kreatif di kawasan Asia, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memperkuat jaringan internasional melalui pengembangan empat Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) di Tiongkok,yakni Chapter Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai.

Dalam pelantikan yang berlangsung di KBRI Beijing, Jumat (30/10/26) Aditya Pradewo resmi dilantik sebagai Ketua GEKRAFS DPLN Tiongkok. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menggerakkan berbagai program kolaborasi ekonomi kreatif Indonesia di Tiongkok.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, serta peluncuran Maskot DPLN GEKRAFS Tiongkok sebagai bagian dari penguatan identitas dan representasi organisasi di tingkat internasional.

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa pembentukan empat chapter di Tiongkok sebagai salah satu langkah untuk membuka peluang bisnis dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia

“Kita bisa melihat bagaimana industri kreatif Tiongkok berkembang, salah satunya melalui drama vertikal, drama China atau dracin yang kini populer di berbagai negara Asia. Ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi dari industri berbasis kreativitas dan budaya. Indonesia juga memiliki kekayaan cerita, budaya, dan talenta yang tidak kalah besar,” ujar Kawendra dalam sambutannya.

Kawendra berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan peran strategis dalam menghubungkan pelaku kreatif Indonesia dengan berbagai peluang di Tiongkok, mulai dari promosi produk, pengembangan jejaring bisnis, hingga kerja sama industri kreatif.

Dukungan terhadap penguatan hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Tiongkok juga menjadi perhatian perwakilan diplomatik Indonesia. Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menilai diplomasi ekonomi memiliki peran penting dalam membuka akses kerja sama dan memperluas peluang bagi pelaku usaha Indonesia di pasar Tiongkok.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi kerja sama yang sangat luas. Ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu sektor yang memperkuat hubungan kedua negara, terutama melalui pertukaran budaya, promosi produk unggulan, investasi, dan kemitraan antarpelaku usaha,” ungkap Djauhari.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai penguatan jaringan internasional seperti yang dilakukan GEKRAFS menjadi bagian penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia naik kelas dan memiliki daya saing global.

“Ekonomi kreatif Indonesia tidak boleh berhenti hanya di pasar domestik. Kita harus berani membuka akses, membangun kolaborasi, dan menciptakan peluang di pasar internasional. Kehadiran jaringan GEKRAFS di Tiongkok dapat menjadi salah satu penghubung strategis agar talenta, karya, dan produk kreatif Indonesia mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang,” tutur Irene.

Pemilihan Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai sebagai basis pengembangan jaringan memiliki pertimbangan strategis. Keempat kota tersebut mempunyai karakteristik ekonomi yang berbeda dan menawarkan peluang kolaborasi di berbagai sektor.

Guangzhou dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan manufaktur, Beijing sebagai pusat pemerintahan dan kebijakan, Shenzhen sebagai pusat teknologi dan inovasi, sementara Shanghai merupakan salah satu pusat bisnis dan keuangan internasional.

Keberadaan empat chapter tersebut diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing kota, mulai dari pengembangan produk kreatif, perdagangan, teknologi, industri digital, hingga kerja sama investasi dan promosi budaya Indonesia.

Rangkaian kegiatan pelantikan ini juga mendapat dukungan kolaborasi dari Bank Negara Indonesia (BNI), dengan Scarf Media sebagai media partner.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua Umum Laja Lapian, Erwin Soerjadi, Ketua Koordinator DPLN Osco Olfriady Letunggamu, Ketua OKK DPP GEKRAFS Arifin Ihsan Rismansyah, Direktur Eksekutif DPP GEKRAFS sekaligus Wakil Bendahara Umum Tamsil Rizal, Wakil Bendahara Umum Rescky Noereal Roma, Ketua DPW GEKRAFS Sulawesi Tenggara Muhammad Mirad, Dewan Pakar DPP GEKRAFS Adnan, Bidang Hukum DPP GEKRAFS Irma, Ketua Badan Otonom Gastronomi DPP GEKRAFS Iwan Febrian, serta Dewan Pembina DPLN Kazakhstan Vonny.

Melalui penguatan empat chapter di Tiongkok, GEKRAFS berharap jaringan pelaku ekonomi kreatif Indonesia semakin luas dan mampu menghadirkan peluang kerja sama yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional.[red]

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Beri Penghargaan Kepada Desa Berkinerja Baik, Mendes Yandri Sebut Pencegahan Stunting Jadi Kata Kunci Kemajuan Bangsa

1 November 2026 - 05:25

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono Ungkap Kisah Cinta yang Dibayangi Rahasia Keluarga

31 Oktober 2026 - 18:38

Bank Banten Dukung “Jawara UMKM”: Siap Bersaing di Era Digital 

31 Oktober 2026 - 09:53

Wamenhaj Dahnil: Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji

30 Oktober 2026 - 19:57

Wujudkan 75.266 Desa Bersinar, Mendes Yandri Bertemu Kapolri Suyudi

30 Oktober 2026 - 19:25

Menteri PU Petakan Banjir Kali Angke: Jembatan Bailey Dipasang, Bendung Polor Bakal Dibongkar

30 Oktober 2026 - 18:04

Trending di Banten