Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Banten · 20 Okt 2025 ·

Dugaan KKN Kuota Haji, Kemenag Pandeglang Dikepung Pemuda Dan Mahasiswa


 Koordinator Aksi Entis Sumantri bersama ratusan mahasiswa dan pemuda saat Geruduk Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang. Foto: TangerangPos Perbesar

Koordinator Aksi Entis Sumantri bersama ratusan mahasiswa dan pemuda saat Geruduk Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang. Foto: TangerangPos

Pandeglang – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pandeglang, bersama Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA-MA) dan Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA) Pandeglang, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang, Senin (20/10/2024).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kecaman keras terhadap Kemenag Pandeglang yang dinilai lalai dan tidak menghormati sejarah organisasi Islam tertua di Banten, Mathla’ul Anwar, dalam pelaksanaan kegiatan Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tingkat Kabupaten Pandeglang.

Ketua DPD KNPI Pandeglang, Saepudin, menilai bahwa tidak dilibatkannya Mathla’ul Anwar dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya diskriminasi dan ketidakhormatan terhadap sejarah perjuangan Islam di Banten.

“Mathla’ul Anwar bukan hanya organisasi tua, tetapi benteng moral dan pendidikan umat di Pandeglang. Ketika Kemenag mengabaikan MA dalam peringatan Hari Santri Nasional, itu bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk penghinaan terhadap sejarah dan identitas keislaman masyarakat Banten,” tegas Saepudin.

Selain mempersoalkan aspek historis, KNPI Pandeglang juga menyoroti dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Kemenag Pandeglang. Dalam orasinya, para peserta aksi menyinggung adanya indikasi jual beli jabatan, jual beli kuota haji, serta setoran tambahan untuk mempercepat keberangkatan calon jamaah haji ke Tanah Suci.

Koordinator lapangan aksi, Entis Sumantri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data dan laporan masyarakat yang menunjukkan adanya indikasi kuat praktik KKN di tubuh Kemenag Pandeglang.

“Kami menemukan dugaan indikasi jual beli kuota haji dan gratifikasi untuk mempercepat keberangkatan jamaah. Selain itu, proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga tidak transparan. Diduga ada setoran senilai Rp30 juta hingga Rp50 juta agar lolos seleksi, dan setelah dilantik, para pegawai masih dipungut biaya antara Rp2 juta sampai Rp5 juta,” ungkap Entis.

Entis juga menyoroti adanya dugaan nepotisme dalam proses rekrutmen P3K yang dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat Kemenag Pandeglang.

“Kemenag seharusnya menjadi lembaga yang menjaga moral dan etika publik, bukan justru mencederai kepercayaan masyarakat. Sudah saatnya penegak hukum turun tangan untuk membersihkan lembaga ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Entis menyatakan bahwa KNPI Pandeglang mendesak Kepala Kemenag Pandeglang untuk mundur karena dinilai gagal menjaga integritas lembaganya.

“Lembaga yang katanya suci harus disucikan kembali agar benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Jika tuntutan kami diabaikan, kami akan melanjutkan aksi ke Kemenag RI, KPK, Kejati Banten, hingga Kejagung RI,” ujar Entis.

Sebagai penutup, Entis menegaskan komitmen KNPI Pandeglang sebagai agen perubahan (agent of change) dan pengawas sosial (social control) di daerah.

“Kami ingin Pandeglang bersih dari praktik-praktik kotor. Pemuda tidak boleh diam ketika kebenaran diinjak. Diam berarti ikut menindas, dan kami memilih untuk bangkit melawan,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Pertama

29 April 2026 - 22:09

Kunci Rombel 36 Siswa Per Kelas, Kepala Dindikbud Banten: Komitmen Menjaga Integritas SPMB Tahun 2026

29 April 2026 - 11:47

Komitmen ‘Membangun dari Desa’, Gubernur Andra Soni Alokasikan Rp167,4 Miliar Bangun 46,71 Kilometer Jalan Poros Desa

29 April 2026 - 08:11

Sekda Deden di RUPS Tahunan: Bank Banten Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

28 April 2026 - 19:18

Gelar RUPST, Dirut Bank Banten: Target Laba Bersih Rp75 Miliyar 

28 April 2026 - 14:39

Wisata ke Baduy Rp1 di Akhir Pekan, Andra Soni: Akses Wisata ke Baduy Makin Mudah

26 April 2026 - 16:49

Trending di Banten