Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Nasional · 1 Okt 2025 ·

Wamen UMKM Helvi Moraza Siapkan Strategi UMKM Naik Kelas Agar Bisa Ekspor


 Wamen UMKM Helvy Moraza saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Tangerang. Foto: ist Perbesar

Wamen UMKM Helvy Moraza saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Tangerang. Foto: ist

Jakarta – Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza mengungkapkan skema untuk menaikkan kelas pelaku usaha ultra mikro agar bisa ekspor yaitu melalui kolaborasi, pembiayaan, dan pendampingan.

“Ada program namanya UMKM Naik Kelas. Dan kemarin Bapak Menteri UMKM (Maman Abdurrahman), waktu kunjungan ke Palembang, beliau sudah meminta agar PNM mengeluarkan paling tidak 10 top talent yang akan kita naik kelaskan,” Ungkap Helvi.

Melalui upaya ini, diharapkan pelaku usaha ultra mikro bisa bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang lebih efisien dan kompetitif, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global pada 2045 dengan melibatkan UMKM.

Meski begitu, dia menuturkan bahwa proses peningkatan UMKM memerlukan kerjasama berbagai pihak mulai pemerintah termasuk perguruan tinggi. Salah satu kunci utama dari program ini adalah kolaborasi lintas sektor yang akan mempercepat transformasi UMKM.

Dia menerangkan, UMKM yang berada di level paling bawah akan dibina oleh berbagai lembaga, salah satunya oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang memiliki peran vital dalam mengembangkan UMKM dari paling bawah.

PNM diharapkan dapat melahirkan minimal 10 top talent UMKM yang akan diakselerasi untuk naik kelas.

“Ada elemen kolaborasi semua pihak. Nah, di tingkat bottom, paling bawah, inilah yang dikerjakan PNM. Nah, lepas dari sini ketika dia meningkat kecil, kita usahakan ke KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ujarnya.

Dalam upaya mengembangkan UMKM ke arah yang lebih profesional, Kementerian UMKM juga memfasilitasi akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pembiayaan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi UMKM untuk memperluas usaha dan mengembangkan kualitas produk mereka. Dengan dukungan finansial yang lebih baik, UMKM akan lebih mudah untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.

Selain itu, Kementerian UMKM mendorong implementasi sistem klasterisasi sebagai salah satu cara untuk mendorong UMKM agar lebih terstruktur dan terorganisir.

Melalui klasterisasi ini, UMKM yang memiliki potensi besar akan digabungkan dalam kelompok yang lebih besar, yang akan memberikan peluang kolaborasi dan pengembangan lebih lanjut.

Klaster-klaster ini akan menjadi fondasi bagi terbentuknya holdingisasi, yang menjadi langkah selanjutnya untuk menaikkan kelas UMKM.

“Kemudian dari klaster ini terbentuklah holdingisasi. Kita dorong ke menengah. Nah, di menengah itu Pak Prabowo (Pesiden RI) punya program lagi menugaskan Kementerian (Investasi) dan Hilirisasi untuk kemitraan dengan pengusaha besar,” terangnya.

Dijelaskan bahwa program kemitraan dengan pengusaha besar membutuhkan keterlibatan dari Kementerian investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Melalui kemitraan tersebut, UMKM dapat belajar dari pengalaman pengusaha besar, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperluas jaringan pasar.

Selain itu, Wamen UMKM juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas wirausaha muda.

“Bagaimana anak-anak wirausaha muda ini dibekali dengan keilmuan yang cukup, kemudian kita back up dengan KUR kemudian dilakukan pembimbingan, penelitian, segala macamnya, sehingga mereka nanti terkolaborasi,” ucapnya.

Tidak hanya itu, untuk memperluas pasar, Kementerian UMKM juga menggandeng Kementerian Perdagangan untuk memfasilitasi UMKM agar dapat menembus pasar internasional.

“Kita tingkatkan KUR nya. Kalau mereka bisa menembus pasar dengan fasilitasi juga dari Kementerian Perdagangan untuk go export, itu kita go export,” katanya.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa hal itu dapat tercapai bila adanya upaya berkesinambungan dan kerjasama semua pihak.[red]

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta, Kawendra Lukistian Minta Izin Taksi Green SM asal Vietnam Dicabut!

28 April 2026 - 20:15

Giwo Rubianto Wiyogo Soroti Tragedi Kecelakaan, Pertanyakan Keamanan Gerbong Perempuan 

28 April 2026 - 17:23

Daftar Korban Kecelakaan Kereta, RS Tempat Korban Dirawat dan Contact Center KAI

28 April 2026 - 07:21

Sufmi Dasco Ahmad Pastikan Penanganan Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Berjalan Cepat

27 April 2026 - 23:58

Giwo Rubianto Dorong Alumni UNJ Jadi Motor Pembangunan Nasional

25 April 2026 - 18:51

Tangis Ketua DPRD Saat Ditahan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pokir Rp242 Milyar

24 April 2026 - 11:10

Trending di Nasional