Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Nasional · 3 Apr 2026 ·

Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi, Kawendra: Itu Logika Sesat! EO Adalah Unsur Penggerak Ekonomi Bangsa


 Jajaran Pengurus DPP Gekrafs. Foto: Gung Perbesar

Jajaran Pengurus DPP Gekrafs. Foto: Gung

Jakarta – Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang menyebut industri event organizer (EO) sebagai “sarang korupsi” menuai reaksi dari berbagai kalangan. Kritik tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang selama ini mendorong ekonomi kreatif, UMKM, dan industri berbasis kreativitas sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu menanggapi pernyataan tersebut adalah Anggota Komisi VI DPR RI F-Gerindra sekaligus Ketua Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Melalui unggahan di media sosialnya, Kawendra menilai pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya karena dapat merusak citra industri kreatif, khususnya sektor event organizer yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

Menurut Kawendra, arah kebijakan Presiden Prabowo justru menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru. Karena itu, ia menilai narasi yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bisa berdampak buruk terhadap jutaan pekerja kreatif di lapangan.

“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya,” kata Kawendra Lukistian dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/26).

Kawendra menegaskan bahwa industri EO bukan beban anggaran negara, melainkan salah satu sektor yang memberi dampak besar terhadap perekonomian. Ia menyebut kontribusi industri EO terhadap produk domestik bruto mencapai Rp128 triliun.

“Sebuah logika sesat ketika Bang Said Didu dalam sebuah talkshow di salah satu TV mengatakan bahwa industri Event Organizer (EO) adalah sarang korupsi. Industri EO itu bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif,” ujar Kawendra.

Ia juga memaparkan bahwa industri EO melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, lebih dari 270 ribu pekerja event profesional, hingga jutaan freelancer yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Kawendra mengatakan pesan Presiden Prabowo yakni negara harus hadir melindungi sektor-sektor produktif yang membuka lapangan pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, industri EO termasuk salah satu sektor yang harus dijaga, bukan justru dilemahkan dengan stigma negatif.

“Kontribusi terhadap PDB sangat jelas Rp128 triliun, UMKM yang terlibat lebih dari 14.800, dan lebih dari 270.000 pekerja event profesional serta jutaan freelancer di industri ini. Artinya industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil,” lanjutnya.

Kawendra bahkan mengaku mempertimbangkan langkah hukum untuk menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif di sektor event organizer.

“Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata,” tegasnya.

Pernyataan Kawendra mendapat banyak dukungan dari netizen di kolom komentar. Sejumlah warganet menilai industri EO justru membuka banyak lapangan pekerjaan dan menghidupi jutaan orang.

Tak sedikit netizen yang menilai pernyataan Said Didu terlalu generalisasi dan berpotensi merugikan pekerja kreatif. Mereka berharap industri EO tidak disudutkan hanya karena adanya dugaan penyimpangan di sejumlah kegiatan tertentu.[Agung]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

OTT Global dan Dracin Raup Keuntungan Triliunan, Kawendra Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar

12 April 2026 - 12:40

Dahnil Anzar Simanjuntak: Antrean Haji, “War Ticket” dan Jebakan Keuangan Haji

11 April 2026 - 19:50

Wamen Dahnil Anzar: Transformasi Radikal Atasi Isu Antrean dan Keuangan Haji

10 April 2026 - 22:12

Presiden Prabowo: Kalau Ada Yang Mengancam Satgas PKH Sama Saja Mengancam Presiden

10 April 2026 - 16:43

Gekrafs Serahkan Kajian Strategis Standar Biaya Jasa Kreatif Ke Kementerian Ekraf, Agar Ide Tak Lagi Nol

10 April 2026 - 12:24

Presiden Prabowo Pastikan Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Dunia

8 April 2026 - 21:44

Trending di Nasional