Menu

Mode Gelap
Dinkes Kota Tangerang Siapkan Posko dan Nakes pada POPDA XI Banten Besok, Jembatan Pintu Air 10 Ditutup Sementara, Berikut Jalur Alternatifnya! Dukungan Masyarakat Menguat, Bermunculan Baliho ‘Sekda Jadi Bupati Tangerang’ Komisi II DPRD Minta RSUD Panbar dan RSUD Jubar Segera Beroperasi Anggota DPRD Banten Ade Hidayat Minta Pemprov Banten Percepat Pengoperasian RSUD Cilograng

Kota Tangerang · 5 Jan 2023 ·

Ramai-Ramai SPBU Dijual, BUMD Kota Tangerang Malah Bangun SPBU


 Ramai-Ramai SPBU Dijual, BUMD Kota Tangerang Malah Bangun SPBU Perbesar

Kota Tangerang –  Ramai-ramai pemilik usaha di Jabotabek menjual Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan asetnya dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terpantau di toko-toko penjualan online.

Padahal, bisnis SPBU dianggap sebagai bisnis yang paling pasti menghasilkan keuntungan karena pasar dan margin yang jelas.

Sudut Pandang Properti

Head of Advisory Services Colliers Interational Indonesia Monica Koesnovagril mengungkapkan, dari sudut pandang properti, bisnis SPBU bukan berarti yang paling cuan, khususnya dengan lokasi yang begitu strategis.

SPBU sebenarnya supply dan demand. banyak SPBU lokasinya di tengah kota yang harga tanahnya sudah mahal. KLB (Koefisien Lantai Bangunan) sudah pada naik, jadi secara konsep optimalisasi lahan akan lebih optimal untuk dibangun yang lebih high-rise,” katanya seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (4/1/2023).

Bangunan high rise seperti apartemen atau perkantoran memang lebih banyak membutuhkan modal. Namun, perputaran uangnya bisa jadi lebih cepat mengingat strategisnya lokasi SPBU yang bersangkutan.

“Lebih ke supply-demand. Nanti harus dipertimbangkan lagi demand-nya ada nggak? Atau seberapa besar ini lahannya, banyak hal dipertimbangkan. Tapi kalau berdasar oh sekarang harganya sudah mahal, KLB sudah tinggi, jadi rasanya kok sayang cuma dipakai buat SPBU,” kata Monica.

Tanggapan Pengusaha SPBU

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Rachmad Muhamadiyah mencoba menjelaskan fenomena ini, menurutnya lebih karena faktor bisnis saja. Saat pandemi lalu memang semua bisnis terkena imbasnya, termasuk SPBU dan para pemilknya kena dampak.

“Itu karena bisnis saja mungkin, seperti faktor lokasi dan persaingan dengan adanya SPBU-SPBU yang baru lebih menarik,” katanya seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (4/1/23).

Sudut Pandang Akademisi

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengungkapkan fenomena ini dinilai terjadi karena kalah saing dengan SPBU asing, munculnya kendaraan listrik, hingga minimnya profit yang dihasilkan.

“Kedepan, SPBU itu juga akan memasuki sunset industri, akan tenggelam jika komunitas mobil listrik semakin besar, dan mereka banyak yang beralih ke mobil listrik. Sehingga penjualan di SPBU semakin berkurang,” tegas dia seperti dikutip Kompas. Com, Kamis (05/01/2023).

Daftar SPBU Yang Marak Dijual 

Berdasarkan penelusuran di OLX misalnya, pada hari ini Rabu (4/1/2023) saja ada beberapa SPBU ditawarkan, di Bekasi misalnya SPBU di Jalan Cut Mutia ditawarkan Rp 41 miliar, lalu ada SPBU di Depok Sleman ditawarkan Rp 50 miliar, di Jakarta ada SPBU yang dijual Rp 35 miliar di kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara, juga di Duren Sawit ditawarkan dengan harga Rp 30 miliar, dan masih banyak lainnya.

BUMD Kota Tangerang Bangun SPBU

Seperti diketahui sebelumnya, pada Hari Jum’at, (30/12/2022) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibawah naungan PT. Tangerang Nusantara Global (TNG), berlokasi di Kelurahan Poris Plawad, yang menghabiskan anggaran pembangunan nya sebesar 5,3 Milyar belum termasuk aset lahan SPBU tersebut.

Persemian dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, didampingi Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Direktur Utama PT. TNG, Edi Candra, General Manager Executive Pertamina, Waljiyanto, serta dihadiri seluruh OPD dan tokoh masyarakat setempat.

Direktur Utama PT. TNG, Edi Candra menyampaikan dengan adanya SPBU ini dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk masyarakat. Dimana Kota Tangerang memiliki intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

“Kendaraan di Kota Tangerang merupakan yang cukup tinggi intensitasnya, tentunya kebutuhan bahan bakar juga cukup besar. Dan adanya BUMD dapat mengakomodir kebutuhan SPBU tersebut,” ucap Edi.

Sementara itu, tarif bahan bakar minyak (BBM) pun sesuai dengan Pertamina. Dan BBM yang tersedia di SPBU 34.151.52, diantaranya Dexlite, Pertamax 92, serta Pertamina Dex.

“Karena ini telah ditetapkan oleh Pertamina, sehingga untuk harga disesuaikan dengan Pertamina. Dan disini baru tersedia BBM non subsidi yaitu Dexlite, Pertamax 92, dan Pertamina Dex,” lanjut Edi.

Fasilitas yang ada di SPBU PT. TNG terdapat mushola, toilet, kantor, serta area parkir yang luas. Dan diharapkan PT. TNG dapat membuka SPBU di beberapa wilayah yang ada di Kota Tangerang. Sehingga PT. TNG dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami berharap dapat menambah lokasi SPBU minimal empat lokasi, satu di Terminal Poris Plawad ini, selanjutnya kami akan melihat di Jatiuwung untuk wilayah timur, ada wilayah barat sekitar Larangan, serta di wilayah Benda,” Pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cek Stabilitas Harga dan Pasokan, Pj Wali Kota Nurdin Sidak Pasar Induk Jatiuwung

12 Juli 2024 - 21:10

Ahmad Amarullah Diusung Calon Walikota Tangerang? Desk Pilkada PKB: Penyerahan Rekomendasi Setelah 16 Juli

12 Juli 2024 - 14:00

Optimalkan Sistem Pelayanan Kepegawaian, Pemkot Sabet Empat Award BKN

12 Juli 2024 - 12:17

Ahmad Amarullah: Pendidikan Untuk Semua, Jangan Ada Anak-anak Kita Tidak Sekolah Karena Biaya

12 Juli 2024 - 09:20

Kelurahan Tangguh Bencana, Dr. Nurdin : Upaya Pencegahan dan Melindungi Masyarakat 

11 Juli 2024 - 17:42

Dukung Transformasi Ekonomi, Pj Wali Kota Nurdin: Pemkot Komitmen Majukan Ekraf

11 Juli 2024 - 17:29

Trending di Ekonomi