Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 21 Mei 2023 ·

Puluhan Ribu Massa ALDERA ‘Kepung’ Gedung DPR Peringati 25 Tahun Reformasi


 Sekjen Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) Pius Lustrilanang foto bersama Aktivis Aldera'98 dari Tangerang. Foto: @satriyobudi Perbesar

Sekjen Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) Pius Lustrilanang foto bersama Aktivis Aldera'98 dari Tangerang. Foto: @satriyobudi

Jakarta – Memperingati 25 tahun reformasi puluhan ribu aktivis dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) turun ke jalan untuk menjaga demokrasi dengan menyuarakan penolakan atas masa jabatan presiden tiga kali dan penundaan Pemilu, Minggu (21/05/2023).

Sekjen Aldera, Pius Lustrilanang menjelaskan, aksi turun ke jalan ini digelar dalam bentuk kegiatan ‘Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi’ guna memastikan Pemilu yang akan berlangsung di 2024 berjalan sesuai jadwal.

Jalan sehat berlangsung mulai pukul 05.30 WIB dengan rute jalan santai yang direncanakan mulai dari depan FX Sudirman, Semanggi, dan berakhir di Gedung DPR RI.

“Ide-ide tersebut (jabatan presiden tiga periode dan penundaan Pemilu) dilakukan secara sistematis, terus menerus. Kami mengajak semua pihak waspada. Isu itu bisa saja muncul kembali kapan pun,” kata Pius, Minggu (21/05/2023).

Menurut Pius, demokrasi saat ini sudah berjalan cukup bagus, meskipun masih prosedural tapi menuju ke arah substantif.

“Kami sengaja memperingati 25 tahun ini karena ada kehendak inskuntitional, tiga periode, perpanjangan masa jabatan, tunda Pemilu. Kami merasa penting merayakan 25 tahun reformasi untuk mengumpulkan kembali semua yang selama ini diam, tidak bersuara, untuk menunjukkan bahwa yang menolak hal konstitusional itu sangat banyak. Ada 72 persen rakyat Indonesia yang menolak,” jelas Pius.

Prosentase tersebut melansir survey dilakukan lembaga survey charta politika dan SMRC sepanjang tahun 2022, dimana 72 persen rakyat indonesia menolak jabaran tiga periode presiden dan penundaan Pemilu.

Lebih lanjut  Pius mengemukakan, peserta jalan sehat dalam memperingati 25 tahun reformasi adalah penolak berbagai wacana yang akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024.

Memasuki tahun politik ini, Aldera berharap para calon presiden untuk dapat bersaing dengan sehat.

“Didiklah para pemilih bahwa Pilpres itu adalah hal yang biasa. Jangan mengkotak-kotakkan masyarakat. Masyarakat juga makin lama makin pinter, mereka tidak akan terkotak-kotak karena beda pilihan,” pesan Pius.

Atas dasar tak ingin terpecah belahnya masyarakat dalam pesta demokrasi mendatang, Pius secara tegas menekankan Aldera menolak para relawan berdiskusi soal capres.

Karena itu akan memecah kita, yang penting jaga demokrasi, biarkan pemilu berjalan dengan jujur dan adil dan tepat waktu dan menghasilkan pemimpin yang baik,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, aktivis Aldera dari Tangerang, Bambang Kurniawan mengungkapkan, selain kegiatan jalan sehat, dalam peringatan 25 tahun reformasi, Aldera juga membuat buku mengenai gerakan politik kaum muda sejak tahun 1993 hingga 1999.

Ia berharap pemuda, khususnya mahasiswa dapat terus menjaga demokrasi.

Pria yang biasa disapa Mas Beng-Beng tersebut menceritakan bedah buku bertajuk Aldera Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1998 telah dilakukan di 37 kampus di seluruh Indonesia.

“Sejarah menunjukkan kaum muda memiliki peranan penting  menuntut dan menjaga demokrasi. Kami berkeliling dari Aceh hingga Papua ke mahasiswa membedah buku Aldera, membuka ruang ruang demokrasi,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Polri-BNN Gagalkan 1,16 Ton Narkoba, Sufmi Dasco: Selamatkan Generasi Bangsa

24 Oktober 2026 - 23:32

Usai Serukan ‘Buy Indonesia’, Sufmi Dasco: Menuju Bangsa Pemenang

24 Oktober 2026 - 13:33

Jelang Puncak HEKRAFNAS 2026 Jadi Momentum Penguatan Ekraf dan Solidaritas, GEKRAFS Galang Kepedulian untuk Korban Karhutla

23 Oktober 2026 - 15:41

Mendes Yandri Susanto Tekankan Peran Strategis Pesantren Jaga Moral Bangsa di Era Digital

23 Oktober 2026 - 11:22

Sufmi Dasco Beri Perhatian Terhadap Dugaan Diskriminasi di SMA Strada St.Thomas Aquino Tangerang

21 Oktober 2026 - 15:38

IHSG Masuk Zona Hijau, Sufmi Dasco Jaga Optimisme Bursa Indonesia: Buy Indonesia

20 Oktober 2026 - 15:02

Trending di Ekonomi