Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Edukasi · 9 Des 2025 ·

Moh. Arwan Alwi: Bencana Aceh dan Mereka yang Menyerang Dari Balik Meja


 Moh Arwan Alwi - Kader Partai Golkar. Foto: Dok.Pribadi Perbesar

Moh Arwan Alwi - Kader Partai Golkar. Foto: Dok.Pribadi

Artikel – Ketika Aceh sedang berjibaku bangkit dari bencana, selalu saja ada pihak yang menjadikan derita rakyat sebagai amunisi politik. Tuduhan bahwa Menteri ESDM R.I. Yang juga Ketua Umum DPP Partai GOLKAR “memanipulasi” progres pemulihan listrik 93% adalah bentuk politisasi bencana paling murahan yang belakangan beredar di ruang publik.

Padahal, kerja di lapangan itu nyata, terukur, dan berbasis komando negara. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turun langsung ke titik terdampak atas instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memerintahkan penanganan cepat, taktis, dan menyeluruh untuk memulihkan pasokan energi di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

Perintah Presiden jelas.

Pulihkan sistem kelistrikan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupannya.Dan Kementerian ESDM bergerak dengan penuh tanggung jawab.

Petugas PLN bekerja tanpa henti, jaringan dipasang ulang, akses darurat dibuka, genset disuplai, dan koordinasi dilakukan dari pusat hingga daerah. Semua itu merupakan bentuk kehadiran negara yang nyata, bukan sekadar wacana.

Ironisnya, ketika negara bekerja keras, ada kelompok yang dari balik ruangan ber-AC sibuk melontarkan tuduhan seolah-olah mereka memahami situasi lebih baik dibanding petugas yang berjibaku di lapangan.

Inilah masalah yang terus berulang. Mereka yang tidak bekerja paling ribut. Mereka yang tidak turun ke lapangan paling rajin mencibir.Dan mereka yang tidak paham teknis justru merasa paling ahli.

Serangan ini bukan kritik, tetapi manuver politik dangkal yang mengabaikan fakta bahwa Menteri ESDM R.I. menjalankan mandat langsung Presiden. Menyerang menteri yang sedang melaksanakan instruksi kepala negara di tengah bencana bukan saja tidak etis, itu tindakan yang melecehkan kerja NEGARA dan solidaritas KEMANUSIAAN.

Lebih memalukan lagi ketika tuduhan itu berasal dari pejabat publik atau tokoh yang seharusnya menenangkan Masyarakat. Dalam situasi trauma, opini liar semacam itu hanya memperkeruh keadaan dan menambah beban psikologis bagi warga Aceh yang masih berduka.

Jika mereka benar-benar peduli, silakan turun ke Aceh. Silakan lihat medan kerja yang ekstrem. Silakan tinjau progres pemulihan. Silakan hadirkan data dan metodologi ilmiah.

Bukan sekadar menyerang dari jauh tanpa kontribusi apa pun. Namun kenyataannya, sebagian orang memang tidak tertarik bekerja. Mereka hanya tertarik menyerang. Bahkan bencana pun dijadikan panggung untuk meraih sorotan murahan.

Di dunia politik, tipe seperti ini selalu ada. Tidak pernah hadir saat rakyat membutuhkan, tetapi tiba-tiba paling keras ketika ada peluang menyerang pejabat yang sedang bekerja. Itu bukan kepemimpinan. itu OPORTUNISME.

Sementara itu, negara bekerja.

Presiden memerintahkan.

Menteri ESDM mengeksekusi.

PLN bergerak.

Relawan turun.

Rakyat Aceh berjuang.

Dan bangsa ini melihat siapa yang benar-benar berkontribusi, dan siapa yang hanya pandai berkoar.

Sejarah punya cara sederhana untuk menguji Manusia Indonesia. Yang bekerja akan dihormati. Yang memfitnah akan ditertawakan fakta.

Kepada mereka yang menjadikan duka Aceh sebagai alat serangan politik, izinkan saya menyampaikan satu hal.

RAKYAT SEDANG MENILAI. DAN RAKYAT TIDAK BODOH.

Penulis : Muh Arman Alwi – Kader Partai GOLKAR.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bantah Statement Ketum Projo Budiarie, Kawendra : Analogi Patahan sejarah Itu Ahistoris

26 Agustus 2026 - 09:13

Cetak 153 Sarjana Berdaya Saing, Universitas Yuppentek Indonesia Helat Wisuda ke III di Novotel Tangerang

22 Agustus 2026 - 22:38

Sufmi Dasco Salurkan Bantuan Kursi Roda Ke Lansia Disabilitas di Tangerang 

21 Agustus 2026 - 16:37

Di Hadapan Kader NasDem, Gubernur Banten Andra Soni Paparkan Capaian Pembangunan

20 Agustus 2026 - 17:46

Sufmi Dasco: RUU Perampasan Aset Terus Berproses, Partisipasi Publik Dibuka Luas

20 Agustus 2026 - 06:38

Inilah Profil Diana Rosiyana, Pengganti PAW Almarhum Rusdi

13 Agustus 2026 - 07:30

Trending di Kota Tangerang