Bandung – DPRD Jawa Barat memutuskan menghapus seluruh agenda kunjungan kerja (kunker) luar provinsi dan luar negeri sebagai langkah ekstrem efisiensi anggaran.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mengatakan langkah ini untuk memastikan struktur APBD tetap sehat.
“DPRD sudah melakukan penghematan. Misalnya dengan menghapus kunjungan luar provinsi dan luar negeri, serta menekan anggaran makan dan minum,” kata dia, dikutip Minggu (29/3).
Ono menjelaskan anggaran dialokasikan sepenuhnya untuk memitigasi munculnya angka kemiskinan baru di Jawa Barat.
“Yang paling penting, anggaran harus difokuskan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru di Jawa Barat,” sambungnya.
Ono membeberkan DPRD Jabar juga bersiap menyesuaikan diri dengan kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini termasuk opsi penerapan Work From Home (WFH). Dia menyebut skema rapat daring melalui zoom meeting bukan lagi kendala.
“Kalau rapat-rapat dilakukan secara zoom meeting, itu bukan hal yang sulit. Kami sudah pernah jalankan dan tidak ada kendala berarti,” terang dia.
Di sisi lain, efisiensi juga menyasar operasional kantor DPRD Jabar.Misalnya, penggunaan listrik, lampu, hingga pendingin ruangan (AC) dibatasi ketat di luar jam kerja.
“Di DPRD ini sudah duluan. Tidak ada kegiatan malam hari yang menggunakan AC. Itu bagian dari efisiensi yang sudah berjalan,” tegas Ono.
Menurut dia, penghematan ini bukan sekadar soal angka, melainkan komitmen politik untuk mengarahkan belanja daerah agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas. [red]











