Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 7 Feb 2025 ·

Mantan Pj.Gubernur Banten Al Muktabar ‘Terpeleset’ Dua Persoalan Serius Sekaligus


 Mantan Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar Saat Mengepel Tribun Plaza Aspirasi KP3B Banten. Foto : Istimewa Perbesar

Mantan Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar Saat Mengepel Tribun Plaza Aspirasi KP3B Banten. Foto : Istimewa

Banten – Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar Periode 2022-2024 saat ini sedang dihadapkan pada dua persoalan serius sekaligus, Pertama terkait dengan dugaan korupsi Biaya Penunjang Operasional Rp39 miliar dan kedua terkait dengan dugaan abuse of power atau penyalahgunaan wewenang alih fungsi hutan lindung dikawasan PSN PIK2.

Dugaan Korupsi BPO Rp39 Miliar 

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Banten, Rangga Adekresna menjelaskan pihaknya akan memanggil dan memeriksa mantan Pj Gubernur Banten Al Muktabar terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi Biaya Penunjang Operasional Penjabat Gubernur Banten Periode 2022-2024.

“Kemungkinan dipanggil, karena laporannya terkait dengan biaya penunjang operasional 39 miliar Pj Gubernur,” ujar Rangga, Kamis (30/01/2025).

Rangga menambahkan bahwa terkait perkembangan kasus tersebut, Kejaksaan Tinggi Banten telah memeriksa tujuh pejabat Pemprov Banten, namun pihaknya tidak merinci siapa saja nama-nama pejabat tersebut.

“Saat ini perkembangannya sudah tujuh orang dari Pemprov Banten yang diperiksa, terkait siapa-siapa saja yang diperiksa karena ini masih bersifat tertutup belum bisa kami sampaikan,” terangnya.

Rangga mengungkapkan bahwa kasus tersebut baru tahap penyelidikan yang dimulai pada 2 Januari 2025 lalu dan merupakan limpahan dari Kejaksaan Agung.

“Kita tunggu hasil pemeriksaannya, masih klarifikasi,” tandasnya.

Dugaan Abuse of Power Alih Fungsi Hutan Lindung 

Saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI pada Kamis 23 Januari 2025 lalu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa terdapat permohonan dari Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar melalui surat B.00.7.2.1/1936/BAPP/2024 tanggal 25 Juli 2024 yang pada pokoknya mengajukan usulan perubahan fungsi kawasan lindung menjadi hutan produks di Pesisir Tangerang Utara Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengungkapkan bahwa terkait usulan perubahan fungsi kawasan lindung menjadi hutan produksi diluar sepengetahuan dirinya.

“Soal mengusulkan (hutan lindung jadi produksi) jangan tanya saya, tanya ke beliau yang lama (Al Muktabar) saya tidak tahu menahu soal itu,Iya (harusnya dilibatkan) ini nggak ada, sok aja buktikan kalau ada DLHK di sana,” Tandas  Wawan, Jum’at (31/01/2025). [red]

 

Artikel ini telah dibaca 984 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Purbaji Basuki Resmi Menjabat Direktur Operasional Bank Banten

11 September 2026 - 11:15

Turut Penyisiran, Gubernur Andra Soni Membersamai Tim SAR dalam Proses Pencarian

11 September 2026 - 11:03

Dukung Proses Operasi SAR, Gubernur Andra Soni: Kita Percayakan pada Basarnas dan Tim Gabungan

10 September 2026 - 22:01

Lepas Kafilah MTQ Nasional, Sekda Banten Deden Ajak Doakan Jurnalis Hilang Kontak di Krakatau

10 September 2026 - 21:01

Dukung Petani Singkong, Gubernur Banten Andra Soni Jamin Kepastian Pasar 

10 September 2026 - 19:15

Buka Rakerda II Bapera Banten, Gubernur Andra Soni: Pemuda Bersatu, Banten Maju

9 September 2026 - 19:02

Trending di Banten