Jakarta – Ketua DPD Golkar DKI Jakarta H.Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bahwa Hari raya Idul Adha merupakan momen yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di tengah semaraknya perayaan, tersembunyi pesan ketaatan dan pengorbanan yang mendalam. Salah satu praktik utama dalam perayaan Idul Adha adalah berkurban, yang memiliki makna spiritual yang sangat penting bagi umat Islam.
“Berkurban bukanlah sekadar ritual atau tradisi belaka, melainkan merupakan wujud nyata dari ketaatan kepada perintah Allah SWT. Dalam Al-Quran, Allah menyebutkan pentingnya berkurban sebagai bentuk penghormatan kepada-Nya. Berkurban juga menjadi simbol pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, sebagai tanda kesetiaan dan taat kepada Allah,” Papar pria yang akrab disapa Bang Zaki tersebut kepada TangerangPos, Minggu (16/06/2024).
Bang Zaki yang pernah menjabat Bupati Tangerang dua periode tersebut mengatakan bahwa dibalik setiap aksi menyembelih hewan kurban terdapat nilai-nilai yang sangat berharga. Pertama-tama, berkurban mengajarkan kita tentang pengorbanan dan keikhlasan. Ketika seseorang bersedia melepaskan sebagian dari harta yang dimilikinya untuk berkurban, ia juga melepaskan ego dan keserakahan dalam dirinya, mengutamakan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri.
“Berkurban mengajarkan kita tentang rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Daging kurban yang didistribusikan kepada fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa menjadi simbol kepedulian kita terhadap mereka yang membutuhkan. Melalui berkurban, kita diajarkan untuk selalu memperhatikan dan membantu sesama, serta mempererat tali persaudaraan dalam masyarakat,” Lanjutnya.
Bakal Calon Gubernur Jakarta tersebut menambahkan bahwa berkurban juga mengajarkan kita tentang rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan bersyukur dan menghargai nikmat tersebut, kita diingatkan akan pentingnya bersikap rendah hati dan tidak sombong terhadap karunia yang telah diberikan-Nya.
“Berkurban pada hari raya Idul Adha bukanlah sekadar ritual ibadah rutin, melainkan sebuah perwujudan dari nilai-nilai ketaatan, pengorbanan, empati, kepedulian, dan syukur kepada Allah SWT. Semoga setiap langkah kita dalam berkurban selalu mengandung makna yang mendalam dan membawa berkah bagi diri kita sendiri serta masyarakat sekitar,” Pungkasnya. [red]













