Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 30 lokasi aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di Indonesia.
Hal itu disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/4/2026).
“Pemerintah menargetkan untuk membangun PSEL di 30 lokasi aglomerasi di 61 kabupaten/kota di Indonesia,” kata Qodari.
Qodari berujar, tahap pertama pembangunan akan dimulai pada Juni 2026 melalui peletakan batu pertama di lima lokasi.
Lokasi tersebut yakni Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
“Keempat lokasi merupakan implementasi Perpres 109/2025. (Khusus) Bandung Raya, implementasi di Bandung Raya merupakan bagian dari Perpres Nomor 35 Tahun 2018 yang pelaksanaannya telah bekerja sama dengan Jepang. Jadi sudah ada duluan,” ujar Qodari.
Selanjutnya untuk tahap dua, proses lelang akan dimulai pada Semester 1 2026 di lokasi berikut.
• Lampung Raya.
• DKI Jakarta
• Semarang Raya.
• Serang Raya.
• Surabaya Raya.
• Medan Raya.
• Kota Tangerang.
• Kabupaten Bekasi.
• Kabupaten Tangerang.
• Kota Palembang.
• Kota Makassar.
• Kota Tangsel.
“Sisanya masih dalam proses identifikasi dan verifikasi,” ucap Qodari.
Adapun pengolahan sampah pada PSEL ini ditargetkan mencapai 33.000 ton per hari pada 2029.
“Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi sehingga total kapasitas pengolahan PSEL nanti 33.000 ton per hari pada 2029,” tandasnya. [red]











