Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Nasional · 26 Mei 2025 ·

Kawendra Harapkan Pemerintah Percepat Implementasi Koperasi Merah Putih di Wilayah 3T


 Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian. Foto: ist Perbesar

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian. Foto: ist

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menyampaikan pandangannya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi pada, Senin (26/5/2025).

Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangkitkan perekonomian di daerah lewat penguatan koperasi sebagai motor ekonomi rakyat, terutama di wilayah pedesaan.

Kawendra turut mengapresiasi atas inisiatif KDMP yang tengah “naik daun”, dan menyebutnya sebagai instrumen penting untuk memperkuat demokrasi ekonomi di desa-desa.

Ia mengutip Bung Hatta, bahwa koperasi adalah alat pembebasan rakyat, dan karenanya perlu menjadi perwujudan nyata dari Pasal 33 UUD 1945.

Namun, Kawendra juga menyoroti realisasi program yang belum merata. Dari target 80.000 koperasi, baru sekitar 40.000-an yang terbentuk, sementara di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan baru mencapai 0,04%.

“Kalau program ini hanya dirasakan di kota besar dan belum menyentuh second city atau wilayah 3T, sayang sekali,” ucapnya dalam rapat, Senin (26/5/25).

Ia mendorong agar pendekatan komunikasi kepada masyarakat menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami (low context), serta memberikan asistensi digital yang efisien. Selain itu, Kawendra menekankan pentingnya kualitas SDM koperasi yang harus ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Kita perlu pikirkan juga sistem monitoring-nya. People, organization, system (POS) harus punya dashboard dengan key performance indicator (KPI) yang bisa diakses publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan KDMP tidak hanya berhenti sebagai koperasi, tapi dikembangkan menjadi rural digital enterprise hub yang terhubung ke pasar nasional bahkan internasional.

“Produk desa jangan cuma jadi konsumsi lokal, tapi juga harus bisa menembus pasar global,” tambahnya.

Kawendra juga mengajukan ide pengembangan SDM koperasi melalui program Young Coop Leader, yaitu regenerasi kader koperasi dari desa yang sedang menempuh pendidikan tinggi, untuk kelak kembali dan memimpin koperasi desanya.

Ia menutup usulannya dengan gagasan koopbon atau obligasi sosial desa sebagai alternatif pendanaan koperasi yang berasal dari diaspora desa.

“KDMP harus jadi senjata rakyat di desa untuk hidup mandiri dan sejahtera. Bukan hanya sekadar program, tapi wujud nyata keberpihakan pemerintah pada ekonomi rakyat,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siaga! Gunung Anak Krakatau Level III, Sudah 4 Kali Erupsi dalam Sehari

17 Agustus 2026 - 06:31

Finalisasi Rancangan Perpres Ojol 18 Agustus, Sufi Dasco Ahmad: Memastikan Tidak Ada Dinamika Lagi

16 Agustus 2026 - 19:34

Waspadai Zona Megathrust di Wilayah Pesisir Jawa, Mitigasi Potensi Tsunami

15 Agustus 2026 - 22:20

Kasus Pengadaan Iklan BJB, KPK Tahan 4 Tersangka

11 Agustus 2026 - 07:58

Hasil Survei IPO: Elektabilitas Partai Gerindra Tertinggi Capai 17,5 Persen

9 Agustus 2026 - 15:41

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Berpotensi Bebas, Jika Menangkan Praperadilan

9 Agustus 2026 - 09:01

Trending di Nasional