Kemenhaj – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menanggung harga avtur pesawat udara agar tidak membebani para calon jamaah haji.
“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” Ungkap Dahnil di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa (07/4/2026).
Menurut Dahnil, kenaikan harga avtur pesawat udara tersebut melonjak secara signifikan di tengah dinamika global yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Akibatnya maskapai nasional Garuda Indonesia yang membawa jamaah calon haji Indonesia ke Tanah Suci harus menanggung biaya tambahan sangat tinggi itu.
“Garuda naik 7,9 juta perjamaah, Saudi naik 480 dolar Perjamaah,” jelas Dahnil.
Dahnil menerangkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah RI bersama dengan otoritas penerbangan mencari solusi agar potensi tambahan biaya pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa diminimalisir.
“Jadi Insya Allah, Presiden sudah menawarkan solusi dengan membayar langsung melalui APBN dengan nilai total 1,77 Triliun, memastikan beban jamaah haji tidak ditambah. Meski pun ada kenaikan avtur,” Tandasnya.
Untuk diketahui bahwa data Kementerian Haji dan Umrah RI menyatakan, Indonesia mendapatkan kuota resmi sebanyak 221.000 jamaah haji pada 2026, yang terdiri atas 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah khusus.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah RI telah menjadwalkan bahwa jamaah calon haji kelompok terbang pertama akan masuk asrama haji pada 21 April 2026, dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April mendatang. [red]











