Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Kota Tangerang Selatan · 31 Des 2022 ·

Gusri Efendi Sang Pengelola “Perpustakaan Tuhan”


 Gusri Efendi Sang Pengelola “Perpustakaan Tuhan” Perbesar

Kota Tangsel – Gusri Efendi, pengelola Kampung Konservasi Rimbun menyatakan, selain menjadi tempat kuliner dan wisata, masyarakat dapat mempelajari ‘alam’ di ‘Perpustakaan Tuhan’ yang terletak di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong tersebut.

“Ini (Kampung Konservasi Rimbun) adalah ‘Perpustakaan Tuhan’. Selain menjadi tempat kuliner, tempat bertemunya manusia dengan manusia, disini juga tempat mempelajari alam. Belajar langsung di ‘Perpustakaan Tuhan’,” kata Gusri Efendi yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota yang berpenduduk 1,6 juta jiwa itu, ungkap Gusri, menjadi dasar dirinya membuka Kampung Konservasi Rimbun. RTH yang diyakini menjadi lokasi berinteraksinya masyarakat, membuat Gusri melengkapi Kampung Konservasi Rimbun dengan berbagai fasilitas pembelajaran.

Di Tangsel itu sekarang lahan terbuka itu kan semakin sempit juga, jadi orang untuk berinteraksi antar masyarakat semakin susah. Maka Rimbun bernama Kampung Konservasi. Konservasi itu kan asal kata konservatif, segala sesuatu dikembalikan seperti apa adanya. Ada tanam hampir 200 jenis tanaman itu kita bikin buat edukasi buat anak-anak ya,” ungkap Gusri.

Disini, kita membuat pelatihan, bagaimana pemanfaatan sampah tanaman, menjaga air, dsb. Ketika anak anak diedukasi langsung di alam, dia bisa cerita apa aja, liat nangka nanti lo bisa cerita nangka itu seperti apa. Disini belajar merdeka,” tegas Gusri.

Hal senada dikatakan Content Creator Kampung Konservasi Rimbun Faisal Alfansury bahwa lokasi tersebut kerap menjadi fasilitator bagi komunitas komunitas, dalam mengembangkan kreatifitas.

“Sebagai ruang terbuka hijau, Rimbun yang identik dengan pepohonan, apapun yang kita kerjakan itu harus ada sisi membangun salah satunya adalah sebagai supporting system teman-teman komunitas. Bagaimana meningkatkan kreatifitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) anak anak muda dan komunitas,” sebut Faisal Alfansury. (Red)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kurangi Sampah dari Sumber, Gubernur Andra Berikan Toren POC dan Biogas ke Bank Sampah di Tangsel

18 Januari 2026 - 11:26

Mendapat Pendampingan KLH, Pemkot Tangsel Optimalkan Bank Sampah dan TPS3R

14 Januari 2026 - 15:44

Pemkot Tangsel Terus Upayakan Penanganan Sampah Melalui Kerja Sama Pengolahan Sampah

13 Januari 2026 - 20:03

PWI Kota Tangsel Siap Sukseskan HPN Banten 2026

11 Januari 2026 - 16:04

Benyamin Davnie: Satgas Pastikan 100 Hari Tidak Ada Lagi Penumpukan Sampah

9 Januari 2026 - 21:12

DCKTR Tangsel Jalankan Program Biopori Kantor, Dorong Budaya Pilah Sampah Menuju Zero Waste

9 Januari 2026 - 17:51

Trending di Kota Tangerang Selatan