Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 25 Jun 2025 ·

Gubernur Banten Andra Soni: Memperkuat Ketahanan Pangan Diawali Dari Membangun Desa


 Menteri Desa Yandri Susanto, JAM-Intel Kejagung RI Reda Manthovani, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakajati Banten Yuliana Sagala saat tanam bawang merah, cabai merah, dan cabai keriting. Foto: ist Perbesar

Menteri Desa Yandri Susanto, JAM-Intel Kejagung RI Reda Manthovani, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakajati Banten Yuliana Sagala saat tanam bawang merah, cabai merah, dan cabai keriting. Foto: ist

Kabupaten Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, untuk memperkuat ketahanan pangan diawali dari membangun desa. Ketahanan merupakan sebuah keniscayaan yang harus menjadi prioritas.

Hal itu diungkap Andra Soni usai menyaksikan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Pelaksanaan Program Jaksa Garda Desa Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/6/2025).

MoU melibatkan empat Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, PT Pupuk Indonesia (Persero), Universitas Telkom Indonesia, Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, dan Bank BRI.

MoU itu terkait metode pola tanam untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Banten yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Serang, Pemerintah Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan mengoptimalkan lahan milik desa.

Di lahan Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang ditanami bawang merah, cabai merah, dan cabai keriting dengan menggunakan pola tanam yang modern berbasis teknologi artificial intelligence (AI). Metode itu akan dimassifkan ke sekitar 1.200 desa yang ada di Provinsi Banten.

Andra Soni meyakini, program ini akan membawa dampak yang cukup signifikan dalam memperkokoh ketahanan pangan di Provinsi Banten. Apalagi dalam pelaksanaan program ini semua pihak terkait terlibat dari mulai hulu sampai hilir.

“Memperkuat ketahanan pangan dari desa ini juga merupakan implementasi dari Asta Cita keenam Presiden Prabowo terkait dengan membangun dari desa. Andra Soni menilai ketahanan pangan merupakan sebuah keniscayaan yang harus menjadi prioritas dan Presiden Prabowo sudah membuktikan itu,” tegasnya.

“Saya melihat seluruh Lembaga, kementrian, TNI/Polri sampai daerah semua ikut andil dalam mensukseskan program ketahanan pangan ini,” tambah Andra Soni.

Dikatakan, di Kabupaten Lebak dengan luas hampir sepertiga wilayah Provinsi Banten, banyak lahan yang nantinya bisa dioptimalkan. Hal serupa juga pada lahan – lahan yang ada di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang.

“Dengan kolaborasi dan koordinasi kuat yang dibangun, saya yakin program ini akan berkesinambungan dan berkelanjutan. Dimana pada akhirnya nanti akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, JAM-Intel Kejagung RI Reda Manthovani mengatakan, program itu sengaja diluncurkan di Provinsi Banten karena Provinsi Banten ini mempunyai kesan tersendiri bagi dirinya. Selain itu potensi pertanian di Provinsi Banten juga cukup tinggi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Potensi itu harus dioptimalkan agar masyarakat semakin berdaya, perekonomian meningkat dan kesejahteraan terwujud,” ucapnya.

“Setelah dari Banten ini kita akan launching juga di daerah lainnya. Tergantung daerah mana yang sudah siap, dengan formula yang kita terapkan ini. Sehingga kita targetkan tahun 2025 ini semua daerah bisa menerapkan pola ini,” tambah Reda.

Sementara Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menambahkan, program itu melibatkan banyak pihak. Hal itu akan mempercepat Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan.

“Jadi ini setali tiga uang. Selain desanya berdaya, juga memastikan bahan baku MBG tersedia di Provinsi Banten tanpa ada kendala,” jelasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

JHL Group dan Banksasuci Bersihkan Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day

19 September 2026 - 20:33

Wabup Intan Ajak KMPI Perkuat Sinergi Cegah Kekerasan Anak dan Perempuan

18 September 2026 - 22:01

Prabowo Kembali Mandatkan Astayudin Sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tangerang

18 September 2026 - 21:26

Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemkab Tangerang Atas Layanan Jemaah Haji, Ada Uang Saku Hingga Pembangunan Kantor

17 September 2026 - 19:27

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Alat Usaha Kepada Kelompok Wirausaha Baru

15 September 2026 - 13:39

Bupati Tangerang Apresiasi Acara Pesta Nelayan Desa Surya Bahari

13 September 2026 - 19:30

Trending di Kabupaten Tangerang