Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 2 Mei 2025 ·

BNPP RI Perkuat Pos Pengamanan di Pulau Kecil Terluar, Dr.Nurdin: Fasilitas Pos Pengamanan Harus Ideal


 Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Dr. Nurdin. Foto: BNPP RI Perbesar

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Dr. Nurdin. Foto: BNPP RI

JAKARTA – Dalam upaya memperkuat pertahanan negara di wilayah perbatasan, khususnya pada Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI bahas koordinasi pembangunan dan renovasi pos pengamanan pulau terluar yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat BNPP RI, Rabu (30/4/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Dr. Nurdin, yang didampingi oleh Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara (Asdep Taslaud), Siti Metrianda Akuan, dan melibatkan perwakilan dari Kementerian Pertahanan, TNI AL, serta unsur teknis BNPP RI.

Dalam forum tersebut, Dr. Nurdin menegaskan bahwa batas laut Indonesia yang berbatasan langsung dengan sepuluh negara ini menjadikan kawasan perbatasan laut sebagai wilayah yang sangat strategis dan membutuhkan kehadiran negara secara nyata.

“Kawasan perbatasan, khususnya pulau-pulau kecil terluar, memegang peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Kehadiran negara harus diwujudkan melalui infrastruktur, kehadiran personel, dan sistem pendukung yang memadai,” ungkap Dr. Nurdin.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan menjadi bagian dari dua Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029, yaitu PN 2 dan PN 6. Menurutnya, pengelolaan kawasan ini tidak hanya soal pertahanan, tetapi juga menyangkut menjaga kedaulatan, pencegahan penyelundupan barang ilegal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui potensi laut.

BNPP RI mencatat, sebanyak 28 PPKT telah ditempatkan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pamputer), namun belum semua dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu, BNPP RI telah menyampaikan surat rekomendasi kebijakan pemenuhan sarpras hankam non-alutsista kepada kementerian dan lembaga terkait.

“Pos pengamanan ideal harus memiliki aksesibilitas, fasilitas dasar, jaringan komunikasi, dan alat transportasi yang memadai,” jelas Dr. Nurdin.

Forum ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan strategis antara BNPP RI, Ditjen Renbanghan, Ditjen Wilhan, serta unsur Korps Marinir untuk turut memaparkan arah kebijakan pembangunan pertahanan di wilayah PPKT. Kebijakan ini mencakup penguatan sinergi antar instansi, pembangunan pangkalan militer, dan pelaksanaan strategi pertahanan yang mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia.

Dalam sesi diskusi, para peserta sepakat untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan dan renovasi mess Satgas Pamputer, termasuk sarpras pada PPKT yang tidak berpenduduk seperti Pulau Nusa Barong, Pulau Deli, Pulau Enggano, dan Pulau Pagai Utara. Salah satu catatan penting adalah mess di Pulau Fani yang memerlukan renovasi meskipun dermaganya sudah dalam kondisi baik.

Di akhir forum, disepakati perlunya identifikasi prioritas pembangunan serta pelibatan Dit. Dalprogar dalam menyesuaikan rencana kegiatan yang belum terealisasi selama periode Renstra 2020–2025. Upaya ini sejalan dengan visi BNPP RI untuk menjadikan kawasan perbatasan sebagai garda depan pertahanan negara sekaligus ruang pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya rapat koordinasi ini, BNPP RI mempertegas komitmennya sebagai koordinator pengelolaan perbatasan negara dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang aman, sejahtera, dan berdaulat. [red]

Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sufmi Dasco: Pedagang Kaki lima adalah Wajah Ekonomi Rakyat yang Terus Bergerak

3 September 2026 - 08:37

Aktivis Peduli Sungai Tolak Gagasan Menteri PKP Bangun Rumah Susun Diatas Sungai: Ide Konyol!

31 Agustus 2026 - 08:19

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

30 Agustus 2026 - 07:03

Janji Dasco Soal RUU Perampasan Aset, Kawendra: Beliau Orang yang Paling Komit

28 Agustus 2026 - 15:07

RUU Perampasan Aset Tuntas Paling Lambat 15 Desember 2026, Sufmi Dasco: Kami Hormati Aspirasi 

27 Agustus 2026 - 17:13

KLH/BPLH Resmi Luncurkan Portal Satu Data, Wujudkan Tata Kelola Lingkungan yang Transparan dan Terintegrasi

27 Agustus 2026 - 08:04

Trending di Nasional