Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 24 Nov 2023 ·

Ahmed Zaki Iskandar Bertekad Lakukan Terobosan Kebijakan Penanganan Sampah DKI Jakarta dengan Teknologi Moderen


 Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar saat menaiki Kapal Pembersih Sampah The Ocean Cleanup yang siap membersihkan Sampah di Sungai Cisadane. Foto: ist Perbesar

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar saat menaiki Kapal Pembersih Sampah The Ocean Cleanup yang siap membersihkan Sampah di Sungai Cisadane. Foto: ist

DKI Jakarta – Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menegaskan bahwa dalam penanganan persoalan sampah di DKI Jakarta tidak bisa dilakukan biasa-biasa saja namun perlu terobosan kebijakan secara terukur dan sistematis.

“Persoalan sampah ini memang pelik sejak lahir, karena itu perlu beberapa terobosan kebijakan yang akan membuat persoalan ini terselesaikan,” kata Bang Zaki dalam keterangannya, Jumat (24/11).

Oleh karena itu perlu penanganan yang lebih modern, dengan menggunakan insinerator (pembakar) misalnya.

Insinerator ini sudah sedemikian canggih, sehingga tidak ada polutan yang keluar dan hasilnya bisa digunakan untuk kepentingan lain, misalnya membantu menanggulangi pantai yang rusak karena abrasi.

“Residunya itu bisa digunakan untuk mengatasi persoalan pantai yang mengalami abrasi. Residu itu nanti akan ditimbun tanah sehingga tidak mengganggu lingkungan,” jelas Bang Zaki.

Di DKI Jakarta, masalah sampah ini menjadi salah satu persoalan perlu ditangani serius, apalagi dengan jumlah penduduk ibu kota yang sedemikian banyak dan kepadatan penduduk di setiap wilayah bertambah.

Sebagai contoh, total volume sampah pada 2022 mencapai 3,11 juta ton atau produksi 7.800 ton per hari yang tentunya menjadi persoalan yang tidak mudah.

“Kalau berbicara dengan volume besar, terus masih sibuk enggak boleh pakai insinerator karena polusi, kami pilih yang ramah lingkungan. Permasalahan yang tidak dapat diselesaikan sampai sekarang itu sampah,” ungkapnya.

Bang Zaki menceritakan persoalan penanganan sampah ini sangat dekat dengan budaya sehari-hari, hal ini harus benar-benar diperhatikan.

Di Tangerang saat dia menjadi bupati dua periode, ada program Kurangi Sampah Kita (Kurasaki) yang mendorong untuk mengatasi sampah mulai dari sekolah, caranya dengan tidak menyediakan tempat sampah agar produksi sampah berkurang.

“Program ini demi mengurangi produksi sampah mulai dari sekolah. Siswa dan guru juga kita minta untuk membawa bekal dari rumah dan membawa tumbler untuk tempat minum agar tidak ada sampah plastik berserakan,” terangnya.

Program lain yang serupa adalah Kurangi Sampah Kantoran (Kurasakan). Hal yang dilakukan adalah mengatur penyajian atau jamuan makanan dan minuman dengan tidak menggunakan kemasan. Artinya semua yang disajikan tidak menyisakan sampah di kantor pemerintahan.

“Penggunaan kemasan makanan dan minuman berupa kardus, plastik, sterofoam akan menyisakan timbunan sampah, kita melarang hal tersebut. Kita harus menjadi contoh, jangan hanya membuat kebijakan, tetapi tidak memberi contoh baik kepada masyarakat,” kata Bang Zaki.

Program unggulan lainnya adalah Kita Peduli Permasalahan Limbah dan Sampah (KIPRAH). Salah satu capaiannya adalah mendirikan 30 tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R), 114 Bank Sampah serta budidaya Maggot BSF dan memproses pengolahan sampah dari sistem open dumping ke teknologi ramah lingkungan berupa Refuse Derived Fuel (RDF) dan insinerator.

Selain itu, Bang Zaki juga menginisiasi hibah kapal interceptor dari Coldplay sejak 2021. Bantuan tersebut ditujukan untuk menuntaskan permasalahan sampah di Sungai Cisadane.

Adapun untuk kondisi Jakarta terkini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang kondisinya cukup memprihatinkan. Pasalnya, kapasitas sampah yang bisa ditampung hanya sekitar 7.500-8.000 ton sampah setiap hari, sedangkan produksinya hampir lebih dari itu.

Sampah 7.800 ton per hari di DKI tentu menjadi tantangan besar. Segala upaya harus dilakukan, seperti menggunakan insinerator, RDF atau teknologi lain yang ramah lingkungan.

“Kita harus berani ambil risiko jika ingin permasalahan sampah ini selesai,” tutup Bang Zaki. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sufmi Dasco: Pedagang Kaki lima adalah Wajah Ekonomi Rakyat yang Terus Bergerak

3 September 2026 - 08:37

Aktivis Peduli Sungai Tolak Gagasan Menteri PKP Bangun Rumah Susun Diatas Sungai: Ide Konyol!

31 Agustus 2026 - 08:19

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

30 Agustus 2026 - 07:03

Janji Dasco Soal RUU Perampasan Aset, Kawendra: Beliau Orang yang Paling Komit

28 Agustus 2026 - 15:07

RUU Perampasan Aset Tuntas Paling Lambat 15 Desember 2026, Sufmi Dasco: Kami Hormati Aspirasi 

27 Agustus 2026 - 17:13

KLH/BPLH Resmi Luncurkan Portal Satu Data, Wujudkan Tata Kelola Lingkungan yang Transparan dan Terintegrasi

27 Agustus 2026 - 08:04

Trending di Nasional