TangerangPos – Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara dan menjawab soal tudingan Refli Harun yang mengatakan Dahnil lebih setia kepada Prabowo ketimbang ke Muhammadiyah.
“Banyak juga pemuka-pemuka Muhammadiyah yang melipir ke istana, kita sebut saja Dahnil Anzar Simanjuntak, anak muda itu yang sesungguhnya dengan sadar masuk kedalam lingkaran kekuasaan, lebih setia kepada Prabowo Subianto ketimbang Muhammadiyah, kayanya yah?,” ujar Refli dalam chanel Podcastnya.
Menjawab tudingan tersebut, Dahnil Anzar melalui Instagramnya mengatakan bahwa Muhammadiyah telah mengkader dan mendidik dirinya untuk berdedikasi penuh terhadap tugas ditengah masyarakat.
“Muhammadiyah itu selalu mengkader kami mendidik kami untuk berdedikasi penuh terhadap tugas-tugasnya ditengah masyarakat, termasuk ketika kami menjadi politisi,” ungkap Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra tersebut.
Dahnil menambahkan bahwa dirinya di kader sejak sekolah hingga menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah untuk selalu loyal dan berdedikasi pada tugas-tugas kebangsaan.
“Salah satu tugas kebangsaan saya hari ini adalah menjadi juru bicara pak prabowo, dan saya ingin menunaikan amanah tersebut dengan dedikasi penuh dengan loyalitas juga yang penuh sehingga saya tidak ingin dicap sebagai orang yang tidak berdedikasi dan tidak loyal,” Tambahnya.
Selain itu, Dahnil mengakui bahwa Ketika berdatangan ajakan, fitnah, tuduhan, bujukan dan rayuan untuk berkhianat tidak lagi digaris politik prabowo dengan tegas tegas Dahnil menolaknya.
“Saya tetap bersama pak Prabowo sampai detik ini sampai pak prabowo tidak membutuhkan saya sama sekali, oleh sebab itu bila ada pernyataan saya lebih loyal terhadap pak prabowo dibandingkan dengan Muhammadiyah itu pernyataan yang tidak tepat, karena amanah dan didikan yang diajarkan muhammadiyah itu menempatkan kami harus loyal,” Lanjutnya.
Yang kedua, menurut Dahnil bahwa Muhammadiyah tidak menganut monolitik, tidak pernah mendukung atau berafirmasi dengan satu partai politik atau satu capres atau cawapres, tapi mempersilahkan tokohnya atau warganya untuk menyalurkan aspirasi politiknya masing-masing.
“Muhammadiyah hanya memberikan guidance bagaimana setiap kader dan tokohnya menghadirkan akhlak islam, menghadirkan nilai-nilai islam, terutama nilai-nilai dakwah amat ma’ruf nahi munkar ketika mereka berpolitik, semangat itulah yang harus tetap dijaga, selebihnya mau aspirasi politiknya ke A ke B atau ke C silahkan Monggo, dan seluruh warga muhammadiyah dan kader muhammadiyah sangat paham akan hal tersebut,” Pungkasnya. [red]











