Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Politik · 27 Apr 2026 ·

Sanusi: Era Manajerial Sekjen Golkar, Ketika Keterbukaan Informasi Jadi Pondasi Partai Politik


 Sanusi, S.Si, Sekretaris PPID DPP Partai Golkar Perbesar

Sanusi, S.Si, Sekretaris PPID DPP Partai Golkar

Artikel – ‎Predikat “Partai Informatif” yang diraih Golkar di Anugerah KIP Award 2025 bukan sekadar plakat di dinding. Ia adalah penanda bahwa Partai Golkar sedang bergeser. Dari partai besar yang dulu identik dengan mesin politik konvensional, kini bergerak menuju partai dengan tata kelola manajerial modern. Di titik inilah peran  Sekjen Muhammad Sarmuji menemukan relevansinya.‎

Bahlil Sebagai Arsitek, Sarmuji Sebagai Eksekutor

‎Sejak memimpin Golkar, Bahlil Lahadalia membawa narasi transformasi. Partai didorong lebih lincah, lebih terbuka, dan lebih akuntabel. Narasi itu tidak berhenti di podium. Anugerah KIP 2025 membuktikan: untuk pertama kalinya sejak berdiri 1964, Golkar dinyatakan informatif oleh Komisi Informasi Pusat.

‎Tapi transformasi butuh manajer. Di sinilah Muhammad Sarmuji bekerja. Ia mengawal proses penilaian KIP yang diikuti 141 lembaga penyiaran dan 386 badan publik. Persiapan dilakukan singkat namun sistemnya serius. PPID Golkar jadi ujung tombak, data dirapikan, standar keterbukaan dipenuhi. Hasilnya, Golkar lolos sebagai partai informatif pada 15 Desember 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

‎“Kami bersyukur Golkar mendapatkan penghargaan sebagai Partai Informatif dari KIP. Ini adalah hasil kerja keras teman-teman PPID, serta dukungan penuh dari Ketua Umum dan Bendahara Umum,” kata Sarmuji.

‎Keterbukaan sebagai Gaya Manajerial Baru

‎Yang menarik dari era ini adalah pergeseran makna keterbukaan. Dulu, keterbukaan sering jadi jargon kampanye. Kini, di tangan Sarmuji, keterbukaan diperlakukan seperti KPI perusahaan. Ada tim PPID, ada target informatif, ada evaluasi. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut ini bukti Golkar bukan lagi partai yang retoris, tapi partai yang informasinya bisa diakses dan memberi solusi.

‎Model ini mirip korporasi: Bahlil sebagai CEO yang menentukan visi, Sarmuji sebagai COO yang memastikan mesin organisasi jalan. Visi tanpa eksekusi hanya jadi slogan. Eksekusi tanpa visi hanya jadi rutinitas. Golkar mencoba menggabungkan keduanya.

Tantangan: Dari Pusat ke Daerah

‎Sarmuji sudah memberi sinyal, target berikutnya adalah DPD provinsi dan kabupaten/kota. Ini ujian sesungguhnya. Sebab manajerial level pusat lebih mudah distandarkan. Di daerah, sumber daya, budaya birokrasi, dan pemahaman keterbukaan masih beragam. Pola manajerial dengan pendekatan transparansi dan integrasi teknologi akan mempercepat dan memudahkan serap aspirasi dari seluruh negeri. Golkar menerapkan sistem ini, tidak sebatas Seremonial di Jakarta namun ingin mengejar predikat informatif di seluruh Indonesia.

Penutup: Partai Politik Rasa Korporat

‎Era Bahlil mengganti wajah Golkar menjadi lebih terbuka dan transformatif. Era manajerial Sarmuji memastikan wajah itu bukan topeng. Keterbukaan informasi kini jadi SOP, bukan basa-basi.

‎Jika pola ini konsisten, Golkar sedang memberi contoh baru: partai politik bisa dikelola dengan disiplin korporat tanpa kehilangan watak politiknya. Dan itu mungkin yang paling dibutuhkan demokrasi Indonesia hari ini — partai yang tidak hanya pandai bicara, tapi juga rapi bekerja.

Penulis: Sanusi,S.Si – Sekretaris PPID DPP Partai Golkar 

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Hapus Kunker dan Efisiensi Mamin, Anggaran Dialihkan Atasi Kemiskinan

30 Maret 2026 - 11:33

Ketua DPD Golkar Jakarta, A.Zaki Iskandar Gelar Safari Ramadhan di Jakarta Selatan

8 Maret 2026 - 22:14

Tasyakuran HUT Gerindra Ke-18, Andra Soni Intruksikan Kader Terus Kompak, Bergerak dan Berdampak untuk Masyarakat

6 Februari 2026 - 17:31

Abrory Ben Barka: Pilkada oleh DPRD, Demokrasi yang Konstitusional

7 Januari 2026 - 08:45

Catatan Muh.Arman Alwi: Pilkada Langsung dan Ilusi Demokrasi, Ketika Kritik Disalahpahami sebagai Anti-Rakyat

31 Desember 2025 - 11:55

Aklamasi, Intan Nurul Hikmah Pimpin DPD Golkar Kabupaten Tangerang

17 Desember 2025 - 18:33

Trending di Kabupaten Tangerang