Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 21 Jan 2026 ·

Tanam Bambu di RTH Cisoka, Bupati Tangerang: Wujud Komitmen Pelestarian Lingkungan 


 Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Foto: ist Perbesar

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Foto: ist

Kabupaten Tangerang,— Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).

Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aisyiyah Kabupaten Tangerang Gelar Baitul Arqom 2026: Perkokoh Ideologi Demi Wujudkan Perempuan Berkemajuan

1 November 2026 - 09:57

Dukung Tobat Ekologis, Banksasuci Semai 100 Ribu Bibit Pohon Sengon 

29 Oktober 2026 - 15:13

Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Maesyal Kembali Rotasi Pejabat Pemkab Tangerang

27 Oktober 2026 - 23:24

Bupati Tangerang Dorong Aksi Nyata Peduli Lingkungan Lewat Youth Climate Action Fund 2026

27 Oktober 2026 - 14:33

Waduh! Kantor Desa Muara Teluknaga Kabupaten Tangerang Digeruduk Warga

25 Oktober 2026 - 22:55

Banksasuci Bersama Warga Pakulonan Barat Kerja Bakti Gerakan Indonesia Asri

25 Oktober 2026 - 09:50

Trending di Kabupaten Tangerang