Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mengakselerasi pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa di Kabupaten Pandeglang. Di kabupaten Pandeglang, pada 2025, total ada 29 ruas jalan dan 1 jembatan yang dibangun.
“Ada 29 ruas jalan dan 1 jembatan di Cegog Rancapinang, yang ditangani oleh Pemprov Banten,” kata Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, Senin (01/12/2025).
Arlan menjelaskan pembangunan dilakukan melalui program Gubernur Banten Andra Soni, yaitu bangun jalan desa sejahtera atau “Bang Andra”. Menurutnya, penanganan ruas jalan di Pandeglang terbanyak dibandingkan daerah lain.
“Iya Pandeglang paling banyak se-Banten, karena memang prioritas Pak Gubernur ke Pandeglang dan Lebak,” kata Arlan.
Arlan mengatakan, untuk menangani jalan rusak di Pandeglang, Pemrov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 61 miliar. Ia berharap masyarakat Pandeglang bisa merasakan manfaat dari program “Bang Andra”.
Sebelumnya, pada Maret 2025, viral seorang guru bernama Nurasiah di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, terjatuh dari motor saat melintasi jalan rusak. Peristiwa tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
Untuk ruas jalan Cimoyan-Pasirgadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang bikin guru terjatuh progres pembangunan sudah mencapai 90 persen. Ia mengatakan dua pekan ke depan jalan sudah bisa dilalui kendaraan.
“Dua Minggu lagi bisa dilalui,” kata Arlan.
Arlan mengatakan perbaikan jalan ini merupakan hadiah untuk Hari Guru. Ia berharap para guru dan seluruh masyarakat bisa menikmati infrastruktur yang layak.
“Semoga jalan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebaik-baiknya. Selain itu, jalanan ini merupakan akses pertanian,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuktikan komitmennya untuk mewujudkan infrastruktur yang merata, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. [red]











