Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Edukasi · 29 Agu 2025 ·

M.Arman Alwi: Membenahi Sistem dan Klasifikasi Anggota DPR dalam Tubuh Partai


 Muhammad Arman Alwi - Kader GOLKAR. Foto: ist Perbesar

Muhammad Arman Alwi - Kader GOLKAR. Foto: ist

Artikel – Dalam dinamika demokrasi modern, partai politik memiliki peran fundamental sebagai pilar utama yang menyalurkan aspirasi rakyat melalui proses rekrutmen politik. Namun, sering kali kita menemukan ketidakteraturan dalam sistem yang mengatur proses tersebut, khususnya dalam hal klasifikasi dan mekanisme kaderisasi untuk menjadi anggota DPR. Hal ini tidak hanya menimbulkan persoalan internal, tetapi juga berdampak pada kualitas demokrasi secara keseluruhan.

Demokrasi bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan sebuah proses sosial dan politik yang menuntut keteraturan, akuntabilitas, dan seleksi yang berjenjang. Dalam pandangan sosiologi politik, proses kaderisasi legislatif harus menjadi bentuk institusionalisasi nilai-nilai demokrasi. Tanpa struktur yang jelas, partai akan rentan terhadap penetrasi kekuatan pragmatis dan dominasi kelompok yang hanya mengejar kekuasaan, bukan pelayanan publik.

Lebih jauh, antropologi politik mengajarkan bahwa partai adalah entitas budaya yang hidup. Ia memiliki nilai, norma, dan hierarki yang membentuk identitas kolektif. Karena itu, proses menuju kursi legislatif tidak boleh sekadar diukur dari kemampuan finansial atau popularitas semata, tetapi juga dari pemahaman terhadap nilai organisasi, tradisi politik, dan komitmen pada etika sosial yang berlaku.

Di sisi lain, ilmu politik menekankan bahwa tata kelola partai harus mengedepankan prinsip meritokrasi yang sejalan dengan aturan main demokrasi. Sistem rekrutmen yang sehat bukan hanya menjaga integritas internal, tetapi juga membangun legitimasi di mata publik. Mekanisme seleksi yang jelas, transparan, dan berbasis kompetensi akan melahirkan wakil rakyat yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi kebangsaan.

Pembenahan ini mendesak dilakukan. Tanpa perbaikan sistem dan klasifikasi keanggotaan di tubuh partai, demokrasi akan kehilangan makna substansialnya. Kita tidak bisa membiarkan demokrasi terjebak dalam logika kebebasan tanpa proses. Sebaliknya, demokrasi harus dipahami sebagai perjalanan kolektif yang berlandaskan nilai, norma, dan struktur yang jelas demi melahirkan pemimpin politik yang amanah dan berkarakter.

Penulis: Muhammad Arman Alwi – Kader GOLKAR

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Hapus Kunker dan Efisiensi Mamin, Anggaran Dialihkan Atasi Kemiskinan

30 Maret 2026 - 11:33

Ketua DPD Golkar Jakarta, A.Zaki Iskandar Gelar Safari Ramadhan di Jakarta Selatan

8 Maret 2026 - 22:14

Tasyakuran HUT Gerindra Ke-18, Andra Soni Intruksikan Kader Terus Kompak, Bergerak dan Berdampak untuk Masyarakat

6 Februari 2026 - 17:31

Refleksi 79 Tahun HMI: Meneguhkan Khitah Perjuangan di Era Disrupsi Digital

5 Februari 2026 - 12:08

Harmonisasi Tanpa Degradasi: Mengunci Celah Miras dan Pelacuran Lewat Matematika Radius di Kota Tangerang

21 Januari 2026 - 05:15

Bank Banten Menguat, Literasi Keuangan Diperluas Dorong Ekonomi Rakyat

19 Januari 2026 - 17:16

Trending di Banten