Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 17 Jun 2026 ·

Wajib Pemeriksaan Pra Nikah Jadi Bagian Strategi Pencegahan Stunting di Kota Tangerang


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist

Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui berbagai intervensi sejak dini. Salah satu strategi yang dijalankan adalah melalui Program Pengantin Sehat, yakni pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada anak yang telah lahir, tetapi dimulai sejak masa remaja hingga sebelum kehamilan.

“Kalau kami fokusnya sekarang kepada jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Maka upaya-upaya kita semua sudah bergeser ke pencegahan, tidak hanya di urusan balitanya, tetapi mulai dari remaja hingga calon pengantin,” jelas dr. Dini, Rabu (17/6/26).

Dini menjelaskan, melalui Program Pengantin Sehat, seluruh calon pengantin yang akan mengurus rekomendasi pernikahan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Seluruh calon pengantin yang mau mengurus pernikahannya untuk mendapatkan rekomendasi nikah, terlebih dahulu kami minta supaya diperiksa kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat. Diperiksa laboratorium, pemeriksaan laboratorium yang menjadi prioritas adalah Hb (anemia), HIV, sifilis, hepatitis B, dan skrining talasemia” papar dr. Dini.

Selain pemeriksaan kesehatan, calon pengantin juga mendapatkan edukasi terkait pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum memasuki masa kehamilan, termasuk memastikan tidak mengalami anemia. Menurut Dini, kesehatan calon ibu memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Kalau remajanya anemia, nanti saat hamil juga berpotensi anemia. Dampaknya, bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Karena itu, upaya-upaya ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan calon ibu sejak sebelum hamil,” katanya.

Tak hanya itu, calon pengantin juga didorong untuk melengkapi imunisasi yang dibutuhkan sebagai bagian dari persiapan menuju kehamilan yang sehat.

“Stunting ini sebenarnya bisa dicegah. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita. Semua memiliki peran penting dalam menciptakan generasi Kota Tangerang yang sehat dan unggul,” tutup Dini.[red]

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Maryono: Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Harus Lebih Masif

6 Oktober 2026 - 19:45

DPD RI Apresiasi Wali Kota, Sudah Lebih dari 1 Juta Warga Kota Tangerang Ikuti CKG 

5 Oktober 2026 - 19:10

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan

5 Oktober 2026 - 12:03

Apel-HKP, Wali Kota Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

5 Oktober 2026 - 11:27

Wali Kota Sachrudin Ajak Santri Terus Menghidupkan Keteladanan Rasulullah

4 Oktober 2026 - 20:28

Wakil Wali Kota Maryono: Modernisasi Pendidikan Harus Tetap Berpijak pada Akhlak

3 Oktober 2026 - 19:56

Trending di Kota Tangerang