Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Kota Tangerang · 16 Jun 2026 ·

Program Yuk Jaim Jadi Garda Depan Pencegahan Stunting di Kota Tangerang


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist

Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui berbagai intervensi sejak dini. Salah satu upaya yang menjadi garda depan dalam mencegah lahirnya kasus stunting baru adalah melalui Program Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) yang menyasar kalangan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada balita, tetapi harus dimulai sejak masa remaja. Hal tersebut penting karena kondisi kesehatan calon ibu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di masa mendatang.

“Fokus kita saat ini bukan hanya menangani anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru. Pencegahan dilakukan sejak remaja melalui Program Yuk Jaim atau Yuk Jadi Remaja Anti Anemia,” ujar dr. Dini, Senin (15/6/26).

Melalui program tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang secara rutin melakukan skrining kesehatan kepada remaja putri di sekolah-sekolah. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi anemia sejak dini, sekaligus memastikan status kesehatan para remaja.

Selain pemeriksaan kesehatan, para remaja juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, pola hidup sehat, serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah.

“Kalau remajanya sehat, tidak mengalami anemia, kemudian nantinya memasuki masa kehamilan dalam kondisi yang baik, maka risiko melahirkan anak dengan stunting juga dapat ditekan,” jelas dr. Dini.

Program Yuk Jaim turut diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Aksi Gizi Bersama yang melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, serta orang tua. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus pemantauan kesehatan remaja secara berkala.

Menurut dr. Dini, pendekatan pencegahan dari hulu menjadi strategi penting dalam percepatan penurunan stunting. Pasalnya, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode krusial yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu sebelum kehamilan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan. Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Semua tahapan ini saling berkaitan untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,3 persen. Pemerintah Kota Tangerang pun terus berupaya mempertahankan tren positif tersebut melalui berbagai program promotif dan preventif.[red]

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Tangerang Bergerak Cepat Amankan Lansia Terlantar di JPO Stasiun Tanah Tinggi

1 Agustus 2026 - 17:03

Maryono Panen Raya Kampung Wisata Keramba 22 Kota Tangerang Capai 200 Kilogram

1 Agustus 2026 - 15:02

Pemkot Gelar Potongan Pajak hingga 45 Persen, Sachrudin Ajak Warga Manfaatkan Pesta Diskon Kemerdekaan

1 Agustus 2026 - 11:06

Tak Hanya Pembangunan Fisik, Sachrudin Perkuat Fondasi Iman dan Kebersamaan

31 Juli 2026 - 22:01

Belanja BBM dan Servis Kendaraan Jadi Temuan BPK, Aktivis Minta APH Periksa PPTK DLH Kota Tangerang

31 Juli 2026 - 12:59

Lantik 102 Pejabat, Wali Kota: Segera Beradaptasi dan Terus Berikan Pelayanan Terbaik

31 Juli 2026 - 12:47

Trending di Kota Tangerang