Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Nasional · 11 Mei 2026 ·

Viral! AHY Tegur Keras Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Apa Penyebabnya?


 Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan arahan dari Kemenko Infra Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist Perbesar

Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan arahan dari Kemenko Infra Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegur keras Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra, pada Senin (11/5/2026).

Kejadian bermula saat AHY tengah memaparkan detail teknis yang sangat krusial, namun Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane kedapatan meninggalkan lokasi saat pengarahan sedang berlangsung.

“Heh pak Kepala Balai, di sini dulu! Pak, saya bicara untuk Bapak lho. Mau ke mana?” ujar AHY dengan nada tegas.

Tak cukup sekali, ia bahkan memanggil pejabat tersebut hingga dua kali untuk memastikan yang bersangkutan kembali ke tempat duduk dan menyimak arahan hingga tuntas.

“Anda dengarkan dulu saya di sini. Gimana mau mendengarkan arahan kalau bapak nggak ada, dua kali saya panggil bapak nggak ada gitu lho,” tegur AHY.

Bagi AHY, setiap poin kebijakan yang disampaikan memiliki bobot yang tidak bisa diabaikan.

Dalam paparan tersebut, AHY membedah masalah klasik sungai-sungai di Jakarta. Saat ini, rata-rata lebar sungai hanya berkisar 15–25 meter dengan kapasitas tampung 200 meter kubik per detik. Angka ini dinilai sangat jauh dari ideal.

Untuk menjamin Jakarta bebas dari genangan besar, AHY menegaskan sungai harus dilebarkan menjadi 35–50 meter agar mampu menampung debit air hingga 470 meter kubik per detik.

Tantangan kian berat dengan adanya pendangkalan setinggi 20–50 sentimeter setiap tahunnya, yang menuntut pengerukan rutin tanpa henti.

AHY menekankan bahwa banjir Jakarta adalah “pekerjaan rumah” raksasa yang membutuhkan sinergi dari Bogor (hulu), Depok (tengah), hingga DKI Jakarta (hilir). Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul dan sodetan akan sia-sia tanpa adanya pendekatan sosial.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran air juga sangat menentukan,” tandasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Primaya Hospital Kelapa Gading Perluas Layanan Jantung Modern dengan Ablasi Tanpa Radiasi

11 Mei 2026 - 07:24

Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

10 Mei 2026 - 02:19

Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda Selesaikan Masalah Daerah

4 Mei 2026 - 21:22

Tinjau Gudang Bulog di Lumajang, Mas Kawe Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman

4 Mei 2026 - 14:20

KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional

2 Mei 2026 - 20:12

Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta, Kawendra Lukistian Minta Izin Taksi Green SM asal Vietnam Dicabut!

28 April 2026 - 20:15

Trending di Nasional