Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Kota Tangerang Selatan · 23 Jun 2024 ·

Tingkatkan Kesadaran DBD, Benyamin Ajak Warga Berantas Jentik Nyamuk di Rumah


 Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan pembinaan RT dan RW di Kiwi Residence, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren. Foto: ist Perbesar

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan pembinaan RT dan RW di Kiwi Residence, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren. Foto: ist

Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengingatkan warga akan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh setiap rumah tangga.

“Sekarang sedang merebak, banyak penderitanya (DBD). Jadi, ini harus kita tangani bersama mulai dari rumah masing-masing,” ujar Benyamin saat menghadiri kegiatan pembinaan RT dan RW di Kiwi Residence, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren, pada Minggu (23/06/2024).

Benyamin menceritakan bahwa selama ini warga selalu mengeluh kepadanya mengenai permintaan fogging di lingkungan mereka. Namun, Benyamin menegaskan, fogging itu hanya efektif untuk membasmi nyamuk dewasa dan biasanya di lakukan di luar rumah warga saja. Sehingga, tidak begitu menjangkau tempat-tempat krusial yang ada di dalam rumah.

Padahal, sangat penting membasmi sumber penyebab DBD ini dari dalam rumah dengan mengatasi sumber-sumber jentik nyamuk yang seringkali tak disadari di dalam rumah.

“Yang berbahaya, yang harus kita perhatikan, yang harus kita basmi adalah jentik nyamuknya, yang ada di bak mandi, yang ada di baskom yang airnya tidak ditumpahkan, yang ada di bawah kulkas, yang ada di bawah dispenser, sisa-sisa air yang ada di sana. Tempat-tempat air tergenang, tempat air makanan burung, tempat air di di ruang terbuka yang terendap, dan lain sebagainya. Jentik nyamuknya dari sana,” jelasnya.

Cuaca yang tidak menentu dan kondisi pancaroba membuat telur dan jentik nyamuk berkembang biak dengan subur. Oleh karena itu, Benyamin mengajak seluruh warga untuk secara rutin memeriksa dan membersihkan potensi sarang nyamuk di rumah masing-masing.

“Saya minta perhatian kita semua, yuk sekarang di setiap rumah kita ada yang kita tugaskan memeriksa jentik nyamuk ini. Di bawah kulkasnya tolong ditarik dan dibuang, di bak kamar mandi silahkan dilihat, ada gak jentik-jentik nyamuk di sana,” kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya mengenali gejala DBD dan segera mencari perawatan medis jika gejala tersebut muncul. Di antaranya seperti demam, panas tubuh mencapai 37 – 38 derajat Celcius atau lebih, mual, bintik-bintik merah di tubuh dan lain sebagainya.

“Jika ini terjadi di sekitar kita, segera kunjungi puskesmas terdekat atau layanan Ngider Sehat yang sudah disediakan di setiap kelurahan, lengkap dengan petugas medis dan peralatan kesehatan untuk melakukan observasi,” katanya.

Dalam upaya menangani wabah DBD, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Jika ada warga yang terkena DBD di suatu wilayah, maka warga di lingkungan itu sudah seharusnya melakukan gotong royong membersihkan area-area berpotensi jadi sarang jentik nyamuk.

“Ini jangan dianggap sepele, ini harus kita tangani bersama. Tidak hanya dari pemerintah kota saja, tetapi dari setiap rumah tangga yang harus memeriksa. Jika dalam radius 1 kilometer dari rumah ada yang terjangkit DBD, lakukan bersih-bersih. Gak usah panik, gak usah khawatir, kita lakukan bersih-bersih saja,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berkomitmen untuk memberikan edukasi dan fasilitas kesehatan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani kasus DBD. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. [red]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mitigasi Bencana, Gerakan ‘Banten Teduh, Tangerang Sejuk’ Sudah Tanam 10.000 Pohon di Bantaran Sungai

6 Desember 2025 - 07:11

Sukses Tekan Pengangguran Terbuka, Pemkot Tangsel Raih Penghargaan dari Kemendagri RI

2 Desember 2025 - 17:21

Bangga! Kota Tangsel Raih Predikat Kota Terbaik TP2DD Tahun 2025 

28 November 2025 - 23:51

Pemkot Tangsel Kaji Perluasan Jaminan Sosial untuk 11.250 Pekerja Rentan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

28 November 2025 - 12:59

Pemkot Tangsel Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini Lewat Festival Hakordia 2025

27 November 2025 - 19:11

Kelola Sampah 60 Ton Perhari, Gubernur Banten Bakal Jadikan MRF Bintaro Sebagai Role Model

26 November 2025 - 21:22

Trending di Banten