Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Ekonomi · 7 Apr 2024 ·

Stafsus Menko Perekonomian Zaki Iskandar: Potensi Pergerakan Ekonomi Selama Mudik Lebaran Capai Rp 385 Triliun


 Stafsus Menko Perekonomian, A. Zaki Iskandar saat mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ist Perbesar

Stafsus Menko Perekonomian, A. Zaki Iskandar saat mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ist

Jakarta – Pergerakan ekonomi selama libur lebaran memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dalam negeri. Diproyeksikan pergerakan ekonomi selama musim lebaran akan mencapai sekitar Rp 380 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Stafsus Menko Perekonomian, A. Zaki Iskandar yang mengatakan bahwa pergerakan ekonomi didukung oleh adanya pergerakan manusia yang diperkirakan berjumlah 193 juta orang pada mudik lebaran tahun ini.

“Artinya dalam kurun waktu selama liburan panjang lebaran, katakanlah per kepala mereka spend Rp 2 juta selama musim mudik, ada potensi sekitar Rp 384 triliun yang menggerakkan perekonomian di Indonesia pada mudik lebaran,” ungkap Zaki, Minggu (07/04/2024).

Pria yang akrab disapa Bang Zaki tersebut mengungkapkan bahwa Faktor utama yang mendorong pergerakan ekonomi selama libur lebaran adalah ketersediaan transportasi umum dan infrastruktur pendukung. Ketersediaan bus, kereta api, dan pesawat terbang menjadi faktor penting dalam memfasilitasi pergerakan masyarakat.

Selain itu, jaringan jalan yang luas dan terhubung dengan baik di berbagai wilayah, seperti di Jawa, Sumatera, dan pulau lainnya, juga menjadi pendorong utama pergerakan masyarakat. Hal ini, kata dia, akan memicu minat masyarakat berwisata.

“Ini membuat masyarakat berkeinginan untuk melakukan pergerakan, bukan saja mudik, tapi juga bertamasya dan berkunjung ke daerah lain. Misalnya melalui sektor food and beverage, sektor hotel, wisata,” tambahnya.

Dengan adanya perputaran uang yang terjadi, hal ini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ini tentu menjadi momentum pembenahan sektor ekonomi daerah pasca pandemi Covid-19.

“Dampaknya ke daerah sangat luar biasa terutama di daerah-daerah ya ini kan musim libur yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan perputaran uang ini tidak hanya di Pulau Jawa tapi di seluruh pulau di Indonesia,” kata Zaki.

Di sisi lain, adanya kenaikan tiket harga transportasi umum selama musim mudik ini diperkirakan tidak akan berpengaruh besar terhadap inflasi. Pasalnya, ini akan tertutup dengan masifnya pergerakan dan spending masyarakat selama lebaran.

“Memang ada dampak terhadap inflasi karena kenaikan tersebut, tapi masih bisa tertutupi dengan pergerakan manusia,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Konferensi Sungai Indonesia 2026 Satukan Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia

25 Juli 2026 - 12:46

BNI inisatif Melaporkan Skandal KUR Petani di Jember, Kawendra Apresiasi Dan Dorong Pembenahan Internal

14 Juli 2026 - 22:55

Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 

10 Juli 2026 - 20:04

Jampidsus Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Mineral Bukan Logam

9 Juli 2026 - 07:54

Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026-2028

6 Juli 2026 - 18:21

Slamet Riyadi Resmi Efektif Jabat Direktur Bisnis Bank Banten

3 Juli 2026 - 20:40

Trending di Banten