Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kota Tangerang · 28 Agu 2025 ·

Soal Longsornya TPA Rawa Kucing, Ade Yunus: Sudah Kita Ingatkan Cuma ‘Ngeyel’, Jangan Nunggu Ada Korban


 Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus saat berdiri diatas Tumpukan Sampah TPA Rawa Kucing. Foto: ist Perbesar

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus saat berdiri diatas Tumpukan Sampah TPA Rawa Kucing. Foto: ist

Kota Tangerang – Longsornya tumpukan sampah di Pintu 1 TPA Rawa Kucing, Neglasari Kota Tangerang pada Selasa (26/08/2025) Sore yang menghambat akses jalur pembuangan sampah dan membuat antrean panjang truk sampah, mendapatkan tanggapan kritis dari Aktivis Lingkungan Hidup, Ade Yunus.

Ade mengatakan bahwa acap kali dirinya mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang akan potensi longsoran di TPA Rawa Kucing.

“Gak heran, sudah sering kita ingatkan untuk melakukan mitigasi potensi bencana di TPA Rawa Kucing, salahsatunya rentan longsor, cuma kan ngeyel,”Ungkap Ade, Kamis (28/08/2025).

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) tersebut mengingatkan bahwa longsoran di TPA Rawa Kucing tersebut sebagai sirine pengingat untuk senantiasa waspada potensi Bencana.

“Ini kan sirine bagi pengelola TPA dan Dinas, bahwa potensi longsor, ledakan dan rentan kebakaran harus segera diantisipasi, jangan nunggu jatuh korban,” Tegasnya.

Sambil menunggu Revisi Perpres Percepatan PSEL yang sebentar lagi disahkan, Ade meminta pengelola TPA untuk melakukan penataan tumpukan sampah.

“lakukan penataan dan pemadatan sampah, pembentukan lereng menjadi terasering atau sengkedan untuk mengurangi kemiringan lereng dan menjaga stabilitas, pembangunan sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air menjauh dari lereng sampah dan mencegah genangan, penanaman vegetasi dengan perakaran dalam seperti Bambu, dan pembangunan dinding penahan untuk menstabilkan tumpukan sampah (misalnya dengan anchorage wall atau woven geotextile) untuk mencegah tanah rembes dan memperkuat tumpukan sampah,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BPBD Kota Tangerang Bantu Evakuasi Anjing Liar di SPBU Pinangsia Kecamatan Cibodas

15 Agustus 2026 - 19:52

Lewat Silaturahmi Kebangsaan, Sachrudin: Kebersamaan Kunci Kemajuan Kota

15 Agustus 2026 - 16:51

Merdeka dari Sampah, Banksasuci Bersihkan Sampah di DAS Cisadane, Cirarab, Kali Ledug dan Kali Sabi

15 Agustus 2026 - 09:47

Jalan M. Toha Diperbaiki, Wali Kota Sachrudin Pastikan Tuntas Sesuai Target

14 Agustus 2026 - 19:22

Teken KUA-PPAS, Sachrudin: Setiap Rupiah Untuk Kemaslahatan Masyarakat 

14 Agustus 2026 - 17:56

Cara Daftar Sambungan Air Baru Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Ini Syaratnya

13 Agustus 2026 - 15:59

Trending di Kota Tangerang