Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 21 Sep 2026 ·

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Sachrudin: Aparat di Wilayah Harus Gercep


 Wali Kota Tangerang Sachrudin saat menjadi pembina Apel di Kecamatan Benda. Foto: Ist Perbesar

Wali Kota Tangerang Sachrudin saat menjadi pembina Apel di Kecamatan Benda. Foto: Ist

Kota Tangerang – Menghadapi kemarau ekstrem yang berpotensi meningkatkan berbagai risiko di masyarakat, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin meminta seluruh jajaran kewilayahan memperkuat respons cepat dan kewaspadaan dini.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat turun langsung ke wilayah sekaligus memimpin Apel Pembinaan Wilayah di Kecamatan Benda, Senin (21/09/2026).

Sachrudin menegaskan, kemarau ekstrem tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran dan persoalan lingkungan lainnya. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah perlu berjalan bersama kesadaran masyarakat.

“Kemarau ekstrem bukan hanya soal kekeringan atau ketersediaan air. Kita juga harus waspada terhadap potensi kebakaran. Kesiapsiagaan pemerintah harus diperkuat, sekaligus mengajak masyarakat saling menjaga dan saling mengingatkan,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, pembinaan wilayah penting untuk memastikan setiap persoalan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Aparat kewilayahan diminta mengenal wilayah, memahami kondisi masyarakat, serta aktif membangun komunikasi di lapangan.

“Aparat wilayah harus kenal wilayahnya, kenal masyarakatnya, dan tahu persoalannya. Jangan sampai pemerintah baru mengetahui ketika masalah sudah membesar, harus lebih Gerak Cepat (Gercep),” tegasnya.

Sachrudin, juga meminta jajaran kewilayahan tidak bekerja secara reaktif dengan hanya menunggu laporan masyarakat. Setiap persoalan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kebutuhan penanganannya.

“Kita ini pamong. Jangan menunggu masyarakat datang ke kantor. Kalau bisa diselesaikan di kelurahan, segera selesaikan. Kalau membutuhkan dukungan kecamatan atau perangkat daerah, segera komunikasikan,” katanya.

Lebih lanjut, Sachrudin menekankan agar aparatur kewilayahan menjadi pelayan masyarakat yang senantiasa responsif dan solutif, sekaligus mata, telinga, dan tangan pemerintah yang cepat menangkap persoalan serta tidak menunggu masalah membesar untuk bergerak.

“Kita ingin masyarakat merasakan pemerintah hadir, bukan hanya ketika ada kegiatan, tetapi ketika mereka membutuhkan bantuan, pelayanan, dan solusi,” pungkas Sachrudin.[red]

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bangga, 58 Daerah Replikasi SISGITA Tangsel, Benyamin Ungkap Manfaat Integrasi Data Tanah dan Pajak

21 September 2026 - 19:21

Jaga Air Baku, Pemkot Tangerang Ajak Perusahaan Normalisasi Sungai Cisadane

21 September 2026 - 18:34

DPUPR Kota Tangerang Pastikan Normalisasi Kali Ledug Tuntas Sesuai Target

21 September 2026 - 17:03

Sasar Pesantren yang Belum Terjangkau MBG, PW MPI Banten Gelar Makan Bahagia Gratis

20 September 2026 - 17:02

Hadiri Pelantikan PAC dan Ranting Gerindra Se-Kota Tangerang, Sufmi Dasco : Targetnya Cuma Menang

20 September 2026 - 14:23

Bangga, Kafilah Provinsi Banten naik dua Peringkat pada Ajang MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah

19 September 2026 - 22:35

Trending di Kota Tangerang