Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kabupaten Tangerang · 4 Mar 2026 ·

Pulihkan Cisadane, Banksasuci Pastikan Residu Pestisida Tidak Mengendap Pada Sedimen Dasar Sungai


 Relawan Banksasuci saat Larutkan ECO Enzym ke Sungai Cisadane. Foto: TangerangPos Perbesar

Relawan Banksasuci saat Larutkan ECO Enzym ke Sungai Cisadane. Foto: TangerangPos

Tangerang – Komunitas Peduli Sungai  Banksasuci konsisten melakukan upaya dan aksi nyata memulihkan Sungai Cisadane guna memastikan sudah tidak ada lagi residu pestisida baik pada air permukaan maupun yang mengendap pada sedimen dasar Sungai Cisadane.

“Kontaminasi residu pestisida didasar sungai Cisadane menjadi ancaman bagi sumber pelepasan racun sekunder dalam jangka waktu lebih lama, oleh karenanya kami terus berupaya memastikan sedimentasi dasar Cisadane steril dari pestisida, dengan mengambil sampel lumpur bawah untuk kemudian diuji lobarotorium,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, Rabu (04/03/2026).

Pelarutan Eco Enzym dan Tebar 50 Ton Ikan

Sejak tercemarnya Sungai Cisadane akibat tumpahan 20 ton Pestisida, Banksasuci tercatat sebagai lembaga paling concern melakukan mitigasi jangka pendek dengan melarutkan Eco Enzym sebagai upaya menetralisir air permukaan dari kontaminasi Pestisida.

“Sebagai upaya menteralisir air permukaan Cisadane, alhamdulillah kami telah larutkan Eco Enzyme, disertai dengan penebaran 50 ton berbagai jenis ikan, untuk mengembalikan habitat dan biota air Sungai Cisadane,” Tambahnya.

BRIN: Pencemaran Cisadane Merupakan Krisis Ekologis 

Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama Bidang Teknik Lingkungan dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc., menegaskan bahwa kasus ini merupakan krisis ekologis yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Selain itu Ignasius menyoroti bahwa pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis.

“Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik,” terangnya.[red]

 

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemendagri Apresiasi Pengelolaan Keuangan Kota Tangerang, Masuk Daftar Nomine Terbaik

18 Juni 2026 - 19:39

Pastikan Proyek Bedah RTLH Lancar, Pemkot Tangerang Gelar Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi

18 Juni 2026 - 19:27

Perkuat Fungsi Situ, Wakil Wali Kota Maryono Ajak Warga Turut Merawat

18 Juni 2026 - 15:24

Bupati Tangerang Lantik 486 PNS Dalam Jabatan Fungsional

18 Juni 2026 - 12:46

Wabup Intan Hadiri Tasyakuran Purnawiyata dan Pentas Seni SD Negeri Peusar

18 Juni 2026 - 12:40

Beri Teladan, Gubernur Andra Soni Dampingi Anak Ambil Rapot

18 Juni 2026 - 12:33

Trending di Kota Tangerang Selatan