Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kabupaten Tangerang · 4 Mar 2026 ·

Pulihkan Cisadane, Banksasuci Pastikan Residu Pestisida Tidak Mengendap Pada Sedimen Dasar Sungai


 Relawan Banksasuci saat Larutkan ECO Enzym ke Sungai Cisadane. Foto: TangerangPos Perbesar

Relawan Banksasuci saat Larutkan ECO Enzym ke Sungai Cisadane. Foto: TangerangPos

Tangerang – Komunitas Peduli Sungai  Banksasuci konsisten melakukan upaya dan aksi nyata memulihkan Sungai Cisadane guna memastikan sudah tidak ada lagi residu pestisida baik pada air permukaan maupun yang mengendap pada sedimen dasar Sungai Cisadane.

“Kontaminasi residu pestisida didasar sungai Cisadane menjadi ancaman bagi sumber pelepasan racun sekunder dalam jangka waktu lebih lama, oleh karenanya kami terus berupaya memastikan sedimentasi dasar Cisadane steril dari pestisida, dengan mengambil sampel lumpur bawah untuk kemudian diuji lobarotorium,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, Rabu (04/03/2026).

Pelarutan Eco Enzym dan Tebar 50 Ton Ikan

Sejak tercemarnya Sungai Cisadane akibat tumpahan 20 ton Pestisida, Banksasuci tercatat sebagai lembaga paling concern melakukan mitigasi jangka pendek dengan melarutkan Eco Enzym sebagai upaya menetralisir air permukaan dari kontaminasi Pestisida.

“Sebagai upaya menteralisir air permukaan Cisadane, alhamdulillah kami telah larutkan Eco Enzyme, disertai dengan penebaran 50 ton berbagai jenis ikan, untuk mengembalikan habitat dan biota air Sungai Cisadane,” Tambahnya.

BRIN: Pencemaran Cisadane Merupakan Krisis Ekologis 

Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama Bidang Teknik Lingkungan dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc., menegaskan bahwa kasus ini merupakan krisis ekologis yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Selain itu Ignasius menyoroti bahwa pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis.

“Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik,” terangnya.[red]

 

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bersiap Megathrust dan Mitigasi Tsunami, Aktivis Lingkungan Perkuat Green Belt Mangrove di Pesisir Utara Tangerang

16 Agustus 2026 - 13:46

Waspadai Zona Megathrust di Wilayah Pesisir Jawa, Mitigasi Potensi Tsunami

15 Agustus 2026 - 22:20

Pelantikan PCNU, Sachrudin: Ulama dan Kiai Mitra Pembangunan

15 Agustus 2026 - 21:06

BPBD Kota Tangerang Bantu Evakuasi Anjing Liar di SPBU Pinangsia Kecamatan Cibodas

15 Agustus 2026 - 19:52

Pemprov Banten dan Satgasus Jaga Pangan Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan Daerah

15 Agustus 2026 - 19:48

Bupati Tangerang Apresiasi ABPEDNAS Bersama Kejaksaan Agung RI Perkuat Program Jaga Pangan

15 Agustus 2026 - 19:19

Trending di Kabupaten Tangerang