Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kabupaten Tangerang · 15 Agu 2026 ·

Bupati Tangerang Apresiasi ABPEDNAS Bersama Kejaksaan Agung RI Perkuat Program Jaga Pangan


 Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat menghadiri acara serah terima bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia di Puskagro Kecamatan Sepatan. Foto: Ist Perbesar

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat menghadiri acara serah terima bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia di Puskagro Kecamatan Sepatan. Foto: Ist

Kabupaten Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan Agung RI atas kolaborasinya bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara serah terima bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia di Puskagro Kecamatan Sepatan, Sabtu (15/08/26)

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ABPEDNAS dan Kejaksaan RI serta seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan program ini. Serah terima unit usaha ayam petelur Bahagia, berupa kandang dan 1000 ayam petelur merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi desa,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati menegaskan, pengembangan ayam petelur memiliki potensi yang cukup strategis dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan di tingkat desa. Hasil produksi telur nantinya dapat menjadi bagian dari rantai pasok Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya KDMP Sarakan dan koperasi desa lainnya, dengan harga yang kompetitif.

“Dengan demikian, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan kandang ayam memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah disiapkan secara administratif untuk dikelola dan dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Selain kandang ayam petelur, kawasan tersebut juga dipersiapkan untuk pengembangan sektor pangan lainnya, termasuk budidaya ikan dengan sistem bioflok. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan, pagar pengamanan, pos jaga, gudang, hingga penyediaan air bersih juga terus disiapkan.

“Program Jaga Pangan ini tidak berhenti pada ternak ayam bertelur. Nanti juga akan mulai dikembangkan ternak ikan. Jadi ini kita bangun sebagai sebuah ekosistem ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,”imbuhnya.

Pihaknya Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Mantovani mengatakan bahwa bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia merupakan implementasi dari program Jaga Pangan yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat desa. Kabupaten Tangerang dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan pengembangan program Jaga Pangan karena memiliki konsep yang dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas.

“Program ini merupakan bentuk implementasi nyata gagasan penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Konsepnya sebenarnya dari Pak Gubernur. Saya hanya mempraktikkannya,” ujar Reda.

Ia menjelaskan, pengembangan ayam petelur tersebut merupakan bagian dari upaya melengkapi program Jaga Pangan. Ke depan, program akan dikembangkan dengan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas).

“Mereka bisa eksis dan diberi tugas menjaga lingkungan, sekaligus kita berikan kegiatan produktif. Nanti ada peternakan ikan bioflok,” jelasnya.

Lanjut dia, hasil produksi ayam maupun ikan nantinya juga dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan berbagai dapur penyedia makanan sehingga menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi kelompok pengelola.

“Kalau hasil peternakan ayam ataupun ikan bisa dijual ke dapur, maka sudah ada perputaran ekonomi di desa-desa. Apa yang dibayangkan dalam Asta Cita Presiden tentang membangun dari desa dan membangun daerah bisa langsung kita praktikkan,” ungkapnya.

Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan dikembangkan ke wilayah lainnya setelah melalui tahap percontohan di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten beserta jajaran, Gubernur Banten Andra Soni, Kajari, Sekda Kab. Tangerang beserta para kepala OPD. [Red]

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Waspadai Zona Megathrust di Wilayah Pesisir Jawa, Mitigasi Potensi Tsunami

15 Agustus 2026 - 22:20

Pemprov Banten dan Satgasus Jaga Pangan Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan Daerah

15 Agustus 2026 - 19:48

Wabup Intan Dorong Forum Anak Kolaborasi Edukasi Sadar Hukum dan Perlindungan Anak

14 Agustus 2026 - 17:12

Bupati Tangerang Apresiasi Kolaborasi TNI, Polri Bangun 22 Jembatan Garuda Merah Putih

13 Agustus 2026 - 17:45

Resmikan Balai Warga dan Tanam Pohon, Wabup Intan Apresiasi Warga Semarakkan HUT RI Ke-81

13 Agustus 2026 - 14:33

Pemkab Tangerang dan Swiss German University Perkuat Akses Pendidikan Melalui Beasiswa Tangerang Gemilang

12 Agustus 2026 - 17:29

Trending di Kabupaten Tangerang