Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 16 Agu 2026 ·

Bersiap Megathrust dan Mitigasi Tsunami, Aktivis Lingkungan Perkuat Green Belt Mangrove di Pesisir Utara Tangerang


 Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Menggelar Aksi Penanaman Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Mangrove, Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos Perbesar

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) saat Menggelar Aksi Penanaman Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Mangrove, Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos

Kabupaten Tangerang – Mengingat gempa megathrust yang berpotensi tsunami tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, Aktivis dan Pegiat Lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) intensifkan penanaman mangrove di wilayah pesisir utara Tangerang.

“Untuk mitigasi yang optimal, kita terus galakkan sabuk hijau mangrove dengan ketebalan 50 hingga 100 meter dari garis pantai ke arah darat untuk menciptakan ruang aman bagi masyarakat disekitar pesisir,” Ungkap Koordinator Kalung Ade Yunus, Minggu, (16/08/2026).

Ade menagaskan bahwa gerakan penanaman ratusan ribu bibit mangrove yang mencakup wilayah rawan di Pesisir Utara Kabupaten Tangerang dilakukan demi mereduksi ancaman tsunami dari zona megathrust selatan Jawa.

“Mitigasi bencana berbasis ekosistem ini harus berkesinambungan, mengingat gempa megathrust tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, menjaga kelestarian hutan mangrove serta menghentikan alih fungsi lahan pesisir menjadi langkah proteksi jangka panjang yang paling mutlak dan berkelanjutan,” Tegasnya.

Ketua Banksasuci Foundation tersebut menambahkan bahwa Hutan mangrove tidak dapat mencegah terjadinya gempa bumi megathrust, namun sangat efektif sebagai benteng alami atau green belt untuk meredam dampak fatal berupa tsunami raksasa yang dipicu oleh gempa tersebut.

“Ketika gempa megathrust terjadi di bawah laut, energi yang dilepaskan dapat memicu gelombang tsunami. Di sinilah hutan mangrove berperan krusial dalam mengurangi risiko bencana (disaster risk reduction) di wilayah pesisir,” Sambungnya.

Sistem perakaran yang masif dan rapat (terutama spesies seperti Rhizophora spp) berfungsi layaknya pemecah ombak alami yang mampu menyerap energi destruktif tsunami.

“Penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove yang sehat dapat mengurangi tinggi gelombang hingga 66%,” Tandasnya. [Red]

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Zaki dan Intan Perkuat Karakter Mahasiswa Baru Politeknik Ismet Iskandar dan Tanri Abeng University

3 Oktober 2026 - 20:46

Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid Gelar Do’a Bersama

3 Oktober 2026 - 18:03

Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

2 Oktober 2026 - 19:33

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu menjangkau 2.800 penerima manfaat di 28 Titik

1 Oktober 2026 - 19:54

Peringati HUT Ke-1 DKKT, Wabup Intan Dorong Pelestarian Seni, Budaya, dan Kuliner Lokal

1 Oktober 2026 - 19:07

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah Untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

30 September 2026 - 19:24

Trending di Kabupaten Tangerang