Menu

Mode Gelap
Dukungan Masyarakat Menguat, Bermunculan Baliho ‘Sekda Jadi Bupati Tangerang’ Komisi II DPRD Minta RSUD Panbar dan RSUD Jubar Segera Beroperasi Anggota DPRD Banten Ade Hidayat Minta Pemprov Banten Percepat Pengoperasian RSUD Cilograng Walikota Tangsel Pimpin Apel Operasi Keselamatan Jaya Daftar Kenaikan Harga BBM Di Wilayah Banten

Banten · 16 Des 2022 ·

PT Gajah Tunggal, Produsen Ban Berkualitas Asal Indonesia yang Eksis Sejak Era 50-an


 PT Gajah Tunggal Tbk menempati booth di Pre-Function Hall 5-6A, line up produk-produk ban terbaik GT Radial ditampilkan. (ist) Perbesar

PT Gajah Tunggal Tbk menempati booth di Pre-Function Hall 5-6A, line up produk-produk ban terbaik GT Radial ditampilkan. (ist)

Tangerang – Ban menjadi komponen penting pada sebuah kendaraan. Fungsinya sendiri untuk melindungi roda dari kerusakan, mengurangi getaran dari permukaan jalan yang rusak, hingga memberi kestabilan dalam berkendara.

Ban juga memiliki fungsi sebagai peningkat percepatan dan mempermudah pergerakan kendaraan. Salah satu produsen ban yang cukup terkenal dari Indonesia adalah PT Gajah Tunggal. Kualitas produk ban yang dihasilkan PT Gajah Tunggal bahkan tersohor hingga negara-negara lain di Asia Tenggara.

Selain memproduksi ban PT Gajah Tunggal juga memproduksi barang yang berbahan dasar karet lain seperti karet sintetis, benang ban, ban dalam, dan lain-lain. Indonesia memang salah satu penghasil karet terbesar di dunia yang merupakan bahan utama pembuatan ban. Tidak heran bila banyak perusahaan ban berkualitas berasal dari Indonesia.

Berikut ulasan Liputan6.com tentang usaha PT Gajah Tunggal yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/12/2022).

Perjalanan Usaha PT Gajah Tunggal

PT Gajah Tunggal atau GT memulai perjalanan usahanya pada 1951 dengan memproduksi ban mendistribusikan ban luar dan ban dalam untuk sepeda. Perusahaan ini konsisten memproduksi ban sepedah dengan kualitas yang baik, namanya mulai dikenal ke seluruh penjuru Indonesia.

Dua puluh tahun kemudian PT Gajah Tunggal mulai merambah ke ban untuk kendaraan bermotor. Perusahaan ini menandatangani kontrak kerja sama dengan Inoue Rubber Company atau IRC yang berasal dari Jepang pada 1971. Di tahun yang sama GT meluncurkan produk ban luar untuk sepeda motor.

Kualitas produk yang semakin diakui mendorong GT untuk mengembangkan jenis produknya. GT mulai memproduksi ban bias yang diperuntukan untuk kendaraan niaga pada 1981. Produk ini dibuat dengan bantuan teknik dari Yokohama Rubber Comapy dari Jepang.

Melihat kesempatan pasar yang menjanjikan, PT Gajah Tunggal merasa membutuhkan modal yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya. GT kemudian mendaftarkan diri di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada 1990. Namanya kemudian menjadi PT Gajah Tunggal Tbk.

Benar saja setelah melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, bisnis PT Gajah Tunggal semakin berkembang. Bahkan setahun kemudian, perusahaan ini mengakuisisi PT GT Petrochem Industries, sebuah produsen kain ban dan benang nilon. GT kembali mengembangkan produknya dengan memproduksi ban radial yang diperuntukan untuk mobil dan truk ringan pada 1993.

Pencapaian PT Gajah Tunggal

Pada 1995, GT kembali mengakuisisi perusahaan lain yaitu PT Langgeng Baja Pratama, sebuah produsen kawat baja. Berlanjut pada tahun 1996, GT mengakuisisi PT Meshindo Alloy Wheel, produsen velg berbahan aluminium terbesar kedua di Indonesia. Sementara itu, PT GT Petrochem Industries, perusahaan pertama yang diakuisisi oleh GT, mulai memproduksi karet sintetis, etilen glikol, benang polyester, dan serat poliester.

GT kembali menandatangani kontrak kerjasama dengan Nokian Tyres Group, perusahaan manufaktur ban asal Finlandia, untuk memproduksi beberapa jenis ban mobil penumpang pada 2001. Ban yang diproduksi termasuk ban untuk medan bersalju yang di jual di luar Indonesia.

Sempat terjadi restrukturisasi di dalam PT Gajah Tunggal akibat krisis moneter yang terjadi pada 1998. Namun proses restrukturisasi ini sudah mulai diselesaikan pada 2002, sehingga utang perusahaan turun lebih dari US$ 200 juta dan utang ke FRN juga dikonversi. Dua tahun kemudian GT resmi menyelesaikan proses restrukturisasi, dengan dipisahnya laporan keuangan perusahaan ini dan PT GT Petrochem Industries.

GT kemudian mengakuisisi aset Tire Cord (TC) dan Styrene Butadiene Rubber (SBR) milik PT GT Petrochem Industries di tahun yang sama. Perusahaan ini pun mendivestasi PT Langgeng Baja Pratama dan meneken perjanjian dengan Michelin, di mana perusahaan ini akan memproduksi ban bermerek Michelin untuk diekspor ke luar Indonesia.

Pada tahun 2005, perusahaan ini mendivestasi PT Meshindo Alloy Wheel. Selain itu GT juga menerbitkan dana obligasi senilai 325 juta Dolar AS. Dana hasil obligasi digunakan untuk membeli kembali sejumlah wesel bayar dan untuk membiayai ekspansi perusahaan.

PT Gajah Tunggal meluncurkan Champiro Eco, ban buatan Indonesia pertama yang ramah lingkungan. Peluncuran produk ini dihadiri oleh Mentri Perdagangan, Mari Pengestu. Setahun kemudian GT berhasil mengekspor 10 juta ban radial dan menjapai lebih dari 10 triliun hasil penjualan bersih.

Kebutuhan produksi yang meningkat mendorong GT untuk membeli sebidang tanah di Karawang pada 2012. Lahan ini kemudian dimanfaatkan sebagai silitas pengujian dan lokasi ekspansi bisnis di masa depan.

Kemudian pada 2014 lalu dibangun pabrik khusus yang memproduksi ban radial untuk truk dan bus. Dua tahun kemudian atau 2016, diluncurkan ban Giti TBR dan diresmikan juga fasilitas pengujian di Karawang.

Selanjutnya, pada 2018 bersama IRC, perusahaan ini mendirikan PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia yang dikhususkan untuk memproduksi ban sepeda motor berperforma tinggi. (Lpt6)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 214 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sholat Ied di Masjid Raya Al’Azhom, Pj Wali Kota: Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

10 April 2024 - 14:40

Pilkada Kota Tangerang, Kosasih: Golkar Kota Tangerang All Out dan Solid Dukung Sachrudin

9 April 2024 - 11:04

Nyaman Melintas Diruas Jalur Kota Tangerang, Pemudik: Alhamdulillah Jalannya Mulus

9 April 2024 - 08:27

Relawan Udi Juhdi Deklarasi Rifky Hermiansyah Cabup Pandeglang dan Andra Soni Cagub Banten

8 April 2024 - 20:39

Sejumlah Pemudik Merasa Nyaman Melintasi Ruas Jalur Mudik Provinsi Banten

8 April 2024 - 08:37

Pilkada Kota Tangerang, Baliho Walikota Baru Tangerang Maju ‘Jazuli Aja’ Masif di Pelosok Kota

8 April 2024 - 04:55

Trending di Kota Tangerang