Menu

Mode Gelap
Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB

Nasional · 30 Jan 2026 ·

Perjalanan Kemanusiaan Volunteers BankSasuci EduCare dan PT Kati Kartika Murni


 Achmad Afandi, Koordinator Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni saat melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Foto: Pacet Perbesar

Achmad Afandi, Koordinator Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni saat melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Foto: Pacet

Aceh – Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun data lapangan, memetakan dampak bencana, serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan fasilitas pendidikan.

Perjalanan kemanusiaan ini berlangsung selama 20 hari, dengan menggunakan kendaraan bermotor, menempuh berbagai wilayah terdampak bencana alam yang cukup parah.

Titik Pertama, Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat

Lokasi awal yang dikunjungi adalah Kampung Ngalau Gadang di Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Wilayah ini terdampak bencana longsor dan banjir yang mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur dan pemukiman warga.

Berdasarkan hasil inventarisasi lapangan, tercatat dua rumah warga terbawa arus banjir, serta tiga jembatan penghubung terputus, yang menyebabkan masyarakat setempat mengalami isolasi selama kurang lebih satu minggu. Akses logistik dan mobilitas warga sangat terbatas, sehingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sempat lumpuh total.

Volunteers EduCare melakukan pendataan dampak bencana, dokumentasi kondisi wilayah, serta berinteraksi langsung dengan warga untuk menggali kebutuhan mendesak pascabencana.

Perjalanan ke Pidie Jaya, Aceh

Hari berikutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat bencana alam. Di lokasi ini, Volunteers EduCare berkolaborasi dan berdiskusi dengan relawan lokal serta bertemu langsung dengan masyarakat terdampak, termasuk komunitas dari Pustaka Jalanan.

Selain melakukan inventarisasi kerusakan, khususnya pada fasilitas pendidikan, tim juga mengadakan kegiatan sederhana untuk menghibur anak-anak, guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. Dari hasil pendataan, ditemukan beberapa sekolah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perhatian serius untuk proses pemulihan.

Aceh Tamiang: Kondisi Pascabencana yang Memprihatinkan

Perjalanan kemudian berlanjut ke Aceh Tamiang, daerah dengan kondisi pascabencana yang dinilai sangat memprihatinkan. Beberapa hari setelah banjir, cuaca panas ekstrem menyebabkan lumpur sisa banjir mengering, sehingga debu beterbangan dan memenuhi udara.

Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia. Volunteers EduCare melakukan observasi lingkungan, pendataan kondisi warga, serta mencatat potensi risiko lanjutan yang dapat timbul akibat buruknya kualitas udara dan minimnya penanganan pascabencana.

Untuk diketahui bahwa Aksi kemanusiaan Volunteers BankSasuci EduCare bersama PT Kati Katika Murni ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam merespons bencana secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan mitigasi dan inventarisasi ini, diharapkan data yang dihimpun dapat menjadi dasar dalam penyusunan program bantuan lanjutan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemulihan sosial masyarakat terdampak.

Perjalanan panjang selama 20 hari ini tidak hanya menjadi misi kemanusiaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya solidaritas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama di tengah situasi bencana. [Ahmad Afandi]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aktivis Kalung Desak KLH Tangkap dan Pidanakan Pencemar Cisadane

13 Februari 2026 - 18:07

KLH Mencatat Sepanjang 22,5 Kilometer Terdampak Pencemaran Sungai Cisadane

11 Februari 2026 - 22:31

HUT ke-18 Partai Gerindra, Salurkan Sembako, Bibit Pohon, dan Santunan Anak Yatim ke Berbagai Daerah

6 Februari 2026 - 16:37

Kolaborasi Jakarta-Banten untuk Warga, Mulai dari MRT Hingga Penanganan Banjir

4 Februari 2026 - 18:32

Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo

2 Februari 2026 - 20:22

Basuki Hadimuljono Sepakat Usulan Kawendra, Untuk Menghadirkan Pusat Kebudayaan dan Ekraf di IKN

1 Februari 2026 - 08:53

Trending di Nasional