Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 30 Jan 2026 ·

Perjalanan Kemanusiaan Volunteers BankSasuci EduCare dan PT Kati Kartika Murni


 Achmad Afandi, Koordinator Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni saat melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Foto: Pacet Perbesar

Achmad Afandi, Koordinator Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni saat melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Foto: Pacet

Aceh – Volunteers BankSasuci EduCare bekerjasama dengan PT Kati Kartika Murni melaksanakan aksi kemanusiaan berupa mitigasi dan inventarisasi pascabencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun data lapangan, memetakan dampak bencana, serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan fasilitas pendidikan.

Perjalanan kemanusiaan ini berlangsung selama 20 hari, dengan menggunakan kendaraan bermotor, menempuh berbagai wilayah terdampak bencana alam yang cukup parah.

Titik Pertama, Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat

Lokasi awal yang dikunjungi adalah Kampung Ngalau Gadang di Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Wilayah ini terdampak bencana longsor dan banjir yang mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur dan pemukiman warga.

Berdasarkan hasil inventarisasi lapangan, tercatat dua rumah warga terbawa arus banjir, serta tiga jembatan penghubung terputus, yang menyebabkan masyarakat setempat mengalami isolasi selama kurang lebih satu minggu. Akses logistik dan mobilitas warga sangat terbatas, sehingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sempat lumpuh total.

Volunteers EduCare melakukan pendataan dampak bencana, dokumentasi kondisi wilayah, serta berinteraksi langsung dengan warga untuk menggali kebutuhan mendesak pascabencana.

Perjalanan ke Pidie Jaya, Aceh

Hari berikutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat bencana alam. Di lokasi ini, Volunteers EduCare berkolaborasi dan berdiskusi dengan relawan lokal serta bertemu langsung dengan masyarakat terdampak, termasuk komunitas dari Pustaka Jalanan.

Selain melakukan inventarisasi kerusakan, khususnya pada fasilitas pendidikan, tim juga mengadakan kegiatan sederhana untuk menghibur anak-anak, guna membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. Dari hasil pendataan, ditemukan beberapa sekolah mengalami kerusakan berat dan membutuhkan perhatian serius untuk proses pemulihan.

Aceh Tamiang: Kondisi Pascabencana yang Memprihatinkan

Perjalanan kemudian berlanjut ke Aceh Tamiang, daerah dengan kondisi pascabencana yang dinilai sangat memprihatinkan. Beberapa hari setelah banjir, cuaca panas ekstrem menyebabkan lumpur sisa banjir mengering, sehingga debu beterbangan dan memenuhi udara.

Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia. Volunteers EduCare melakukan observasi lingkungan, pendataan kondisi warga, serta mencatat potensi risiko lanjutan yang dapat timbul akibat buruknya kualitas udara dan minimnya penanganan pascabencana.

Untuk diketahui bahwa Aksi kemanusiaan Volunteers BankSasuci EduCare bersama PT Kati Katika Murni ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam merespons bencana secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan mitigasi dan inventarisasi ini, diharapkan data yang dihimpun dapat menjadi dasar dalam penyusunan program bantuan lanjutan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemulihan sosial masyarakat terdampak.

Perjalanan panjang selama 20 hari ini tidak hanya menjadi misi kemanusiaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya solidaritas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama di tengah situasi bencana. [Ahmad Afandi]

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Emban Amanah Baru Sebagai Bendahara PBNU

2 Oktober 2026 - 17:23

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Inilah Daftar Menteri dan Wakil Menteri

1 Oktober 2026 - 15:00

Didampingi Sufmi Dasco, Suyudi Ario Seto Disetujui DPR RI Sebagai Kapolri

1 Oktober 2026 - 12:00

Presiden Tunjuk Mantan Kapolda Banten Komjen Pol Suyudi Ario Seto jadi Calon Kapolri

1 Oktober 2026 - 09:00

Presiden: Tekan Beban Jemaah Haji, Tata Kelola Keuangan Haji Diaudit

28 September 2026 - 20:39

Sufmi Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober

27 September 2026 - 14:21

Trending di Nasional