Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 18 Feb 2026 ·

Muhammadiyah Mulai Puasa Hari Ini, Pemerintah Tetapkan Besok sebagai Awal Ramadan 2026


 Suasana Ramadhan. Foto: Lensamu Perbesar

Suasana Ramadhan. Foto: Lensamu

Jakarta – Warga Muhammadiyah hari ini, Rabu, 18 Februari 2026 telah memulai Puasa Ramadhan, Penetapan 1 Ramadhan oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang berarti awal bulan baru dianggap dimulai jika hilal sudah wujud atau berada di atas ufuk, meskipun belum tentu bisa terlihat.

Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa Muhammadiyah kini beralih menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mempertimbangkan kemungkinan keterlihatan hilal secara astronomis di kawasan bumi tertentu, dan hasil penglihatan ini berlaku secara global.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) telah secara resmi mengumumkan penetapan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, setelah Sidang Isbat yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (17/2/2026). Penetapan ini menjadi panduan bagi umat Islam di seluruh Indonesia untuk memulai ibadah puasa.

Keputusan pemerintah ini menunjukkan adanya perbedaan dengan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, yang telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan penetapan awal Ramadan 2026 ini seringkali terjadi dan disebabkan oleh metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) merupakan mekanisme resmi pemerintah Indonesia untuk menentukan awal bulan-bulan penting dalam kalender Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Proses ini mengintegrasikan dua pendekatan utama, yaitu hisab atau perhitungan astronomi, dan rukyat atau pengamatan fisik hilal (bulan sabit muda) secara langsung.

 

Dalam Sidang Isbat yang berlangsung pada Selasa (17/2/2026) mulai pukul 16.30 WIB, Kemenag mempertimbangkan laporan hisab dan hasil rukyat dari berbagai lokasi pengamatan di seluruh negeri. Anggota tim hisab rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa posisi hilal di Indonesia saat pengamatan berada di antara minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik. Sementara itu, elongasinya berkisar antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Penentuan ini juga mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang telah disepakati bersama. Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal dapat dinyatakan terlihat jika memenuhi syarat ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Karena syarat ini belum terpenuhi, maka awal Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. [red]

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sejarah Mencatat Presiden Subsidi 3,2 Juta Per-Jamaah Haji, Dasco: Meringankan Pelunasan

7 Oktober 2026 - 21:29

Lagi, Satgas PKH Kuasai 6,2 Juta Ha Hutan dan Selamatkan Uang Negara Rp13,2 Triliun

7 Oktober 2026 - 21:08

Tok! UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Buruh: Terimakasih Pak Prabowo dan Pak Dasco

6 Oktober 2026 - 15:30

Sufmi Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Menuju Paripurna

6 Oktober 2026 - 07:35

Inilah Tagline Baru Polri : ‘Polisi Bersama Masyarakat’

5 Oktober 2026 - 12:53

Menang di PTUN dan Ombudsman, UIN Jakarta Siap Integrasikan TKIP-SDIP Pamulang

4 Oktober 2026 - 11:23

Trending di Nasional