Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kota Tangerang · 15 Feb 2026 ·

Manajemen Gudang Pestisida Analogikan Korban Begal, Aktivis: Perusahaan Lalai dan Harus Bertanggung Jawab


 Jutaan Ikan Mati Mengambang di Sungai Cisadane Akibat Pencemaran yang diduga bersumber dari Gudang Biotek Saranatama Taman Tekno BSD Kota Tangerang Selatan. Foto: TangerangPos Perbesar

Jutaan Ikan Mati Mengambang di Sungai Cisadane Akibat Pencemaran yang diduga bersumber dari Gudang Biotek Saranatama Taman Tekno BSD Kota Tangerang Selatan. Foto: TangerangPos

Kota Tangsel – Manager Operasional PT Biotek Saranatama, Luki membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane bahkan menganalogikan korban begal dan pelaku begal yang mati.

“Ini kan musibah. Sama kayak mungkin kejadian orang dibegal, terus akhirnya si pembegal dibunuh misalnya. Itu kan efek. Dia sebenarnya korban juga kan. Karena ini musibah,” ujar Luki, dikutip kompas.com, Sabtu (14/02/2026).

Luki menjelaskan bahwa gudang tersebut hanyalah tempat penyimpanan bukan tempat produksi.

“Kita memang enggak ada limbah sebenarnya. Ini tempat penyimpanan saja, bukan pabrik. Penyimpanan itu tidak ada limbah, Misalnya di rumah punya racun tikus atau obat nyamuk, lalu tiba-tiba kebanjiran dan mencemari lingkungan. Kira-kira seperti itu,” Terangnya.

Terkait dengan tidak adanya IPAL, menurut Luki karena perusahaannyanbukan industri dan tidak memiliki limbah sehingga tidak memiliki kewajiban memiliki IPAL dan menyerahkan kepada Pengelola Kawasan Tekno.

“Kalau IPAL mungkin nanti kaitannya dengan kawasan Taman Tekno,” tandasnya.

Aktivis Lingkungan Nilai Gudang Pestisida Lalai dan Minta Bertanggung Jawab

Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang yang concern dalam pelestarian Sungai Cisadane, Ade Yunus menilai bahwa perusahaan penyimpanan Pestisida di Pergudangan Taman Tekno BSD lalai dan minta untuk bertanggung jawab.

“Setiap gudang atau area Bahan kimia wajib memiliki kelengkapan Safety baik APAR Khusus bahan kimia serta WWTP jika terjadi tumpahan, sehingga saat terjadi kebakaran dan tumpahan ke saluran drainase maupun outlet, langsung segera ditutup dan ditampung di WWTP sendiri sebelum air mengalir ke Kali Jaletreng,” Ungkap Ade.

Ade sepakat bahwa kebakaran yang terjadi adalah musibah, namun tidak memiliki perlengkapan dan fasilitas manajemen resiko bencana adalah kelalaian.

“Begini, kan sudah tahu yang disimpan digudang itu zat kimia berbahaya, tentu dihitung resiko bencananya, kalau kebakaran gimana? Kalau tumpah gimana? Makanya perlu ada Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk memastikan Standar Prosedur dan Fasilitas tersedia bila terjadi bencana, kalau tidak ada namanya lalai, kalau lalai yah tanggung jawab dong,” Tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 226 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sachrudin Ajak JPPPM Terus Tebarkan Ilmu dan Manfaat Pesantren ke Tengah Masyarakat

19 Agustus 2026 - 18:59

Pemkot Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah Melalui Edukasi dan Simulasi 

19 Agustus 2026 - 17:30

Hadapi Musim Kemarau, Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Perkuat Cadangan Air Bersih

18 Agustus 2026 - 19:30

Proyek Perbaikan Ruas Jalan Marsekal Suryadarma Kota Tangerang Resmi Dimulai

18 Agustus 2026 - 16:22

Terima Lencana Dharma Bakti Pramuka, Maryono: Terus Berkarya dan Peduli Sesama

18 Agustus 2026 - 12:00

Wali Kota Sachrudin Ajak Warga Manfaatkan Diskon PKB Hingga 40 Persen 

18 Agustus 2026 - 11:25

Trending di Kota Tangerang