Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Kota Tangerang · 12 Jun 2026 ·

Kurangi Risiko Banjir, Pemprov Banten, Pemkot Tangerang dan Banksasuci Rutin Bersihkan Sampah di Saluran Kali


 Kolaborasi UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci berhasil bersihkan 39,7 ton sampah. Foto: TangerangPos Perbesar

Kolaborasi UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci berhasil bersihkan 39,7 ton sampah. Foto: TangerangPos

Tangerang – Sebagai langkah dan upaya nyata mengurangi risiko banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Komunitas Peduli Sungai yang tergabung dalam Banksasuci Foundation rutin melaksanakan aksi bersih-bersih Kali dan Sungai.

“Atas arahan dan dukungan Pak Gub dan Pak Wali, saat ini kami fokus bebersih diwilayah Kali Sabi dan Kali Ledug, karena diwilayah yang dilintasi kali Sabi dan kali Ledug ini kemarin terjadi banjir paling parah sepanjang sejarah hinga mencapai 3 meter, 8.812 jiwa terdampak dan 3.947 warga terpaksa mengungsi,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus Jum’at (12/06/2026).

Ade menambahkan bahwa selain normalisasi sungai, kali dan situ yang sedang dilaksanakan juga perlu upaya bersama bebersih sampah di saluran kali sebagai langkah nyata mitigasi bencana hidrometeorologi.

“Bersamaan dengan kegiatan normalisasi, perlu upaya menjaga saluran kali agar tidak tersumbat dan bisa mengalir dengan lancar, selain sampah domestik dan stereform dilapangan juga kami banyak menemukan gedebog pisang, batang pohon hingga kasur springbed, Alhamdulillah dibantu alat berat dari UPTD DAS dan DPUPR Kota,”sambungnya.

Tantangan yang paling berat sesungguhnya menurut Ade adalah edukasi komunikasi perubahan perilaku kepada masyarakat agar tidak menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah.

“Tidak mudah, namun harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, edukasi harus terus dilakukan secara simultan dan rutin, pendekatannya adalah mengajak terlibat dan turut serta, bukan menceramahi lewat seminar,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni Buka Popda dan Peparpeda, Siapkan Atlet Menuju PON di Provinsi Banten

11 Juni 2026 - 18:23

Top Regional Leader Awards 2026: Kota Tangerang Sabet Dua Penghargaan Sekaligus

11 Juni 2026 - 15:26

Sachrudin Apresiasi Media Hadirkan Ruang Kompetisi Positif bagi Pelajar

11 Juni 2026 - 14:34

Komitmen Bersama Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan, Sachrudin Beri Apresiasi “PROPER” 

11 Juni 2026 - 12:21

Sachrudin-Maryono Perkuat Soliditas Forkopimda dalam Menjaga Stabilitas Daerah 

10 Juni 2026 - 16:01

Seleksi Direksi Tiga BUMD Segera Dibuka, Pemprov Banten Ajak Profesional Terbaik Mendaftar

9 Juni 2026 - 13:13

Trending di Kota Tangerang