Menu

Mode Gelap
Hari Mangrove, Aktivis Lingkungan Tegaskan Penolakan Pemanfaatan Hutan Lindung oleh ASG PIK2 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Kota Tangerang · 12 Jun 2026 ·

Kurangi Risiko Banjir, Pemprov Banten, Pemkot Tangerang dan Banksasuci Rutin Bersihkan Sampah di Saluran Kali


 Kolaborasi UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci berhasil bersihkan 39,7 ton sampah. Foto: TangerangPos Perbesar

Kolaborasi UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Banksasuci berhasil bersihkan 39,7 ton sampah. Foto: TangerangPos

Tangerang – Sebagai langkah dan upaya nyata mengurangi risiko banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota Tangerang dan Komunitas Peduli Sungai yang tergabung dalam Banksasuci Foundation rutin melaksanakan aksi bersih-bersih Kali dan Sungai.

“Atas arahan dan dukungan Pak Gub dan Pak Wali, saat ini kami fokus bebersih diwilayah Kali Sabi dan Kali Ledug, karena diwilayah yang dilintasi kali Sabi dan kali Ledug ini kemarin terjadi banjir paling parah sepanjang sejarah hinga mencapai 3 meter, 8.812 jiwa terdampak dan 3.947 warga terpaksa mengungsi,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus Jum’at (12/06/2026).

Ade menambahkan bahwa selain normalisasi sungai, kali dan situ yang sedang dilaksanakan juga perlu upaya bersama bebersih sampah di saluran kali sebagai langkah nyata mitigasi bencana hidrometeorologi.

“Bersamaan dengan kegiatan normalisasi, perlu upaya menjaga saluran kali agar tidak tersumbat dan bisa mengalir dengan lancar, selain sampah domestik dan stereform dilapangan juga kami banyak menemukan gedebog pisang, batang pohon hingga kasur springbed, Alhamdulillah dibantu alat berat dari UPTD DAS dan DPUPR Kota,”sambungnya.

Tantangan yang paling berat sesungguhnya menurut Ade adalah edukasi komunikasi perubahan perilaku kepada masyarakat agar tidak menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah.

“Tidak mudah, namun harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, edukasi harus terus dilakukan secara simultan dan rutin, pendekatannya adalah mengajak terlibat dan turut serta, bukan menceramahi lewat seminar,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Tangerang dan Para Kepala OPD Tanam Pohon dan Bebersih Cisadane: Komitmen Indonesia ASRI

24 Juli 2026 - 10:01

Get Out Oligo Jilid 2, Aktivis: Tidak Ada Kesempatan Kedua, Pemkot Jangan Ambil Risiko Hukum

23 Juli 2026 - 09:57

Urus Dokumen Kian Mudah, Pemkot Tangerang Perluas Akses Layanan Adminduk

22 Juli 2026 - 16:18

Aktivis Ingatkan Pemkot Tangerang Tidak Turut Merekomendasikan BUPP PSEL: Serahkan Pada Danantara

22 Juli 2026 - 10:12

Sambut Festival Cisadane 2026, Banksasuci Gelar Aksi Ruwat Rawat Sungai Cisadane

20 Juli 2026 - 20:27

Pemkot Tangerang Normalisasi Saluran Air di Puri Beta 1 di Momen Musim Kemarau

20 Juli 2026 - 19:38

Trending di Kota Tangerang